SIMALUNGUN, HETANEWS.COM - Saat ini Masyarakat dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV sedang mengalami conlik terkait conversi lahan dan hal ini menjadi perhatian dari politisi di Kabupaten Simalungun, yang akhirnya DPRD Siantar memanggil pihak PTPN IV untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) akibatnya PTPN IV dalam beberapa berita yanng ditemukan PTPN IV pun katanya membatalkan konversi lahan.

Benarkah hal tersebut, berdasarkan berita Republika.co berjudul PTPN IV Pastikan tidak Konversi Tanaman Teh ke Sawit ada hal yang menggelitik didapati hetanews dari pernyataan PTPN IV tersebut, penanaman sawit itu di lahan seluas 275 hektare (Ha), lahan yang belum dimanfaatkan perusahaan dan selama ini digarap sejumlah warga.

Hal ini tentu menjadi pertanyaan apakah benar PTPN IV memang membatalkan konversi lahan?, atau kalimat pembatalan konversi lahan yang disebutkan oleh PTPN IV hanya sekedar lips servis saja?

Terkait hal tersebut, salah satu pengamat yakni Ketua LBH Poros Willy Sidauruk menyebutkan alasan dari PTPN IV, yang katanya akan menanam sawit di lahan 275 Ha untuk memanfaatkan lahan agar tidak digarap warga, seakan membuat opini yang membantu PTPN IV dalam melakukan konversi lahan.

"Kenapa tidak ditanam teh saja, kenapa harus sawit, kan PTPN sendiri yang bilang bahwa lahan itu tidak mereka manfaatkan, kenapa jadi dirubah, apa ini tidak termasuk Konversi?," katanya

Lebih lanjut Willy menanyakan, apakah PTPN IV tidak mengerti apa yang dikeluhkan oleh warga?, Menurutnya, warga mengeluhkan dua hal atas penolakan konversi tersebut.

"Pertama warga menolak perubahan lahan itu dan kedua warga tidak mau adanya kelapa sawit di areal perkebunan bah buttong itu, dengan pertimbangan dampak lingkungan bahkan kesejahtraan warga," sebutnya.

Terkait adanya penggarap dan alasan PTPN IV menanam 275 Ha tersebut dengan Kelapa Sawit, menurut Willy merupakan alasan klise yang dibuat oleh PTPN IV.

"PTPN ini merupakan bagian dari pemerintah, dan mereka punya akses kemana saja untuk mempertahankan lahan mereka, bukan jadi alasan yang sangat substansial itu mereka jadi rubah lahan itu ke Kelapa sawit," tukasnya.

Makanya yang jadi pertanyaan kata Willy, PTPN IV menyebutkan tidak melakukan konversi lahan kebun teh, tetapi tetap menanam kelapa sawit.

"Katanya tidak konversi lahan, kok 275 Ha Lahan Tetap Di Tanam Sawit?," tanyanya.