SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Rakyat Anti Korupsi (LBH Gerak)  Indonesia DPD Sumut mendampingi warga buat laporan pengaduan (LP) ke Polres Simalungun.

Adapun kasus yang ditangani terkait pengrusakan tanaman diatas lahan milik Barensius Saragih Garingging dan Julius Saragih Garingging di Pangkalan Buntu, Desa Tiga Bolon, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Ketua LBH Gerak IDPP SUMUT, Jusniar Endah Siahaan dalam keterangannya mengatakan, kliennya memberikan kuasa khusus pada 6 Juni 2022.

Pihaknya kemudian membuat LP ke Polres Simalungun atas dugaan tindak pidana pengrusakan. Dalam kasus ini, JN, JG dan KG warga yang sama dilaporkan ke polisi.

"Atas nama serta mewakili kepentingan hukum dari klien  kami, menyampaikan laporan pengaduan di polres simalungun terhadap dugaan melakukan tindak pidana pengrusakan tanaman," kata Jusniar dalam keterangan tertulis, Kamis,(23/6/22).

Jusniar mengatakan, kliennya Barensius Saragih Garingging bersama Julius Saragih Garingging pada tahun 2017 pernah mengajukan gugatan terhadap JN, JG dan KG terhadap objek tanah seluas 13.896 M2 dengan no. Perkara 51/Pdt.G/2017/PN.Slm.

Tanah tersebut terletak Pokkalan Buttu, Dusun Suka Maju Nagori Tiga Dolok, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun. 

Adapun dasar pengaduan bahwa pelapor adalah ahli waris dari Almarhum Tuan Jonam Saragih Garingging dan Bungalonta boru Damanik.

Pada 18 April 2018 Hakim Pengadilan Negeri Simalungun memutuskan menolak gugatan.

Menurutnya, setelah putusan tersebut, ketiganya merasa memenangkan perkara lalu melakukan pengrusakan tanaman  yang bukan di tanah objek perkara, melainkan tanah yang terpisah dari gugatan seluas 8 rante.

"Bahkan yang paling mirisnya, terlapor membuat portal jalan menuju akses masuk ke perkampungan tersebut. Dengan adanya adanya portal di jalan,  bahwasanya mereka menjadi pemilik kampung tersebut," kata Jusniar.

Barensius Saragih Garingging menambahkan, pembuatan portal itu setelah adanya putusan Pengadilan Negeri Simalungun atas perkara tanah warisan Tuan Jonam Saragih Garingging seluas 13.896 M2. 

Ternyata, objek perkara ini di wilayah perkampungan dimana ia dan para pelapor lainnya bertempat tinggal. 

“Gugatan itu telah diputuskan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Simalungun dengan amar putusan menolak gugatan kami untuk seluruhnya. Artinya, kami kalah oleh pihak JG dan KG,” ucap Barensius

Tak lama setelah putusan, ketiganya langsung memasang  portal jalan masuk ke dusun,  sehingga Barensius dan warga lainnya kesulitan keluar dan masuk dari rumah untuk melakukan aktivitas.

Barensius mengungkapkan, beberapa pohon tanaman pertaniannya yang siap panen seperti Kelapa, Durian, Pisang, Jagung, Coklat, dan Pete, dirusak dan menebanginya serta mengambil batang dari tanaman tersebut untuk dijual.

“Kejadian pengrusakan ini dilakukan pada Bulan Mei 2022 kemarin. Para Pihak Terlapor mengklaim seluruh tanah di dusun tersebut merupakan milik mereka. Padahal, tanaman yang dirusak tadi bukan berada di tanah objek perkara. Melainkan tanah yang terpisah dari gugatan sebesar 13.896 M2," katanya.

Dirinya berharap dan memohon kepada pemerintah setempat khususnya Kapolres Simalungun untuk menindaklanjuti lanjuti Laporan Pengaduan yang disampaikan, dan memanggil para terlapor.