SIANTAR, HETANEWS.com -  Sejauh ini kasus Penyakit Mulut Kuku [PMK] hewan ternak di Siantar masih nihil. Namun ada 17 ekor sapi di Kelurahan Tambun Nabolon suspek PMK dan kondisinya mulai membaik.

 "Kalau terjangkit PMK belum ada. Hanya 17 ekor sapi warga yang suspek. Sekarang masih uji laboratorium. Tapi kondisi sapi itu sekarang mulai sehat setelah diberi obat obatan, vitamin, desinfektan dan antibiotik," kata Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Ali Akbar kepada wartawan di kantornya, Rabu (22/6/2022) sore.

Ia mengatakan, petugas Veteriner Medan Provinsi Sumut sedang melakukan uji terhadap air liur hewan tersebut di laboratorium. 

Hewan ternak yang terjangkit PMK, kata Akbar, dapat disembuhkan dengan pengobatan dan perawatan intensif. 

“Dijaga lah ternak dan kebersihan kandang. Kalau ada temuan PMK atau indikasi segera melapor ke kita," ucapnya

Kepada peternak, Ali mengimbau agar mengisolasi hewan yang suspek PMK untuk mengantisipasi virus tidak menyebar luas. Ia juga meminta agar peternakan tetap waspada dan menjaga kebersihan kandang.

"Kalau saat ini, 17 sapi itu kami minta supaya diisolasi dan jangan dulu digembalakan. Karena virus ini kan bisa menyebar ke udara. Dijaga lah ternak dan kebersihan kandang. Kalau ada temuan PMK atau indikasi segera melapor ke kita," ucapnya.

Menurut Ali Akbar, jika penyebaran virus PMK sampai menjangkit hewan ternak dan penyebarannya tak terkendali, pihaknya akan mendirikan posko.

Fungsi Posko tersebut  akan memantau hewan yang masuk ke Kota Pematangsiantar lewat jalur perdagangan, dengan memeriksa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Petugas posko juga akan memeriksa hewan kurban yang masuk ke Siantar.