JAKARTA, HETANEWS.com - Nelayan bernama Nassr Latif di Balad Irak menemukan berang-berang albino yang langka. Hewan bernama latin Eurasia Albino itu ikut tertarik masuk ke dalam jaring bersama ikan tangkapannya di Sungai Tigris.

Latif kemudian memposting video penemuannya itu ke media sosial yang membuat banyak penawaran untuk berang-berang langka tersebut.

"Harganya naik banyak, hingga US$50 ribu sampai US$75 ribu (Rp1,1 miliar) untuk hewan ini. Dan kami sangat berterima kasih kepada nelayan yang memancing hewan ini karena menolak untuk menerima godaan ini dan memilih untuk melestarikan hewan ini tanpa menjualnya, memperdagangkannya, atau tanpa (mengizinkannya untuk) keluar dari perbatasan Irak," kata Mahdi Laith, Kepala Media dan PR Organisasi Iklim Hijau Irak seperti dikutip dari Reuters, Rabu (22/6).

Berang-berang albino tersebut ditaruh Latif di dalam sebuah kandang di tepi sungai. Namun, para ahli khawatir hewan itu bisa ditangkap orang lain jika dilepaskan begitu saja.

Lebih lanjut, Kementerian Lingkungan Irak disebut telah mempelajari apakah berang-berang langka temuan Latif itu harus direhabilitasi dan dilepas liarkan atau dipindahkan ke kebun binatang di Baghdad.

"Hewan ini menghadapi banyak ancaman sehingga kita perlu melindungi hewan ini sebanyak yang kita bisa dan mengakhiri perburuan dan pembunuhan hewan-hewan ini dan melindungi mereka di lingkungan Irak," sebut pernyataan Kementerian Lingkungan Irak.

Menurut jurnal International Otter Survival Fund (IOSF), ada dua spesies berang-berang yang tersebar di negara-negara Timur Tengah yakni berang-berang Eurasia (Lutra-lutra) dan berang-berang berkulit halus (Lutrogale Perspicillata).

"Di Irak, Lutra-lutra jarang ditemukan di danau dan sungai seluruh Iraq. Sementara, Perspicillata terperangkap di daerah rawa-rawa selatan Iraq, dengan hanya satu dari wilayah Utara yang pernah tercatat," tulis Omar F. Sheikhly selaku Kordinator IOSF untuk wilayah Timur Tengah.

Jumlah dua spesies berang-berang itu di Irak menurun drastis karena perburuan liar dan kehilangan habitat serta fragmentasi. Konservasi yang amat serius dibutuhkan untuk melindungi populasi mereka. 

Masih dalam jurnal yang sama, ketertarikan terhadap berang-berang albino mulai muncul sejak penampakannya pertama kali di danau Etive, Skotlandia pada 1978 serta penemuan berang-berang albino yang terluka di pinggir laut Ayr pada 1995.

Sumber: cnnindonesia.com