SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Pemkab Simalungun melalui Kepala Dinas Perizinan Pahala Sinaga menegaskan tidak ada pengajuan permohonan konversi Kebun teh ke Kebun sawit yang 257 ha di Bahbutong, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Rabu (22/6/2022).

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perizinan Pahala Sinaga saat menampung aspirasi dari HIMAPSI di lingkungan perkantoran Pemkab Simalungun yang berlokasi Pematang Raya.

"Sampai saat ini belum ada kita terima permohonan pengurusan ijin konversi Kebun teh menjadi kebun kelapa sawit," ujarnya.

Lanjutnya, mengatakan kalau pihak Pemkab Simalungun sudah turun langsung ke lokasi. Dan membenarkan sedang ada pekerjaan di lokasi akan tetapi hanya untuk pemekaran.

"Akan tetapi walaupun seperti itu kami akan atur waktu dan berkoordinasi dengan satpol PP, camat dan juga Kepala Desa agar ikut mengawasi kegiatan tersebut," terangnya.

Masih kata Pahala Sinaga meminta agar HIMAPSI memberikan waktu kepada Pemkab Simalungun agar melakukan kajian perihal tersebut.

"Kasihlah waktu kami untuk bekerja dan melakukan kajian ini semua. Dan hasil rapat ini akan kami sampaikan kepada pimpinan dan dalam waktu dekat ini kami juga akan mengundang HIMAPSI untuk membicarakan hasilnya," ujarnya.

"Kita tidak menghalangi akan tetapi kita harus lihat dulu kajiannya. Kami dari dinas perizinan akan transparan terkait ini. Kalau nantinya ada permohonan perizinan ke Pemkab kami akan terbuka," ujarnya menegaskan sampai saat ini belum ada ijinnya. 

Menanggapi pernyataan dari Dinas Perizinan kabupaten Simalungun, salah seorang anggota HIMAPSI yang bermarga Girsang mempertanyakan perihal di sekitaran kecamatan Sidamanik sudah ada kelapa sawit.

"Didalam apdailing 1 dan 2 itu ada 2 - 3 ha sawit, perkiraan kami sudah berumur 10 tahun. Dan apakah di tahun 2012 ada izin penanaman sawit di sana. Karena kami sudah melakukan tinjau lapangan langsung. Jadi kami meminta kepada dinas perizinan agar melakukan pengecekan langsung," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Pahala Sinaga mengatakan akan melakukan pengecekan sistim apakah ada izin penanaman sawit di lokasi tersebut.

"Kami akan lakukan cek langsung. Dan kami akan memberitahukan langsung setelah kita melakukan kajian," tutupnya.