HETANEWS.com - Wakapolres Samosir Kompol Tongap M Lumban Tobing, terlibat perselisihan dengan Pastor bernama Sabat Nababan. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Wisata Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Kamis (16/6).

Dari informasi yang dihimpun, awalnya Togap sedang melakukan pengamanan lalu lintas, sebab ada petinggi Mabes Polri yang akan melintas dari Pelabuhan Tomok.

Saat tengah bertugas, Togap memberhentikan sejumlah kendaraan yang melintas. Termasuk kendaraan pastor Sabat yang sedang mengendarai sepeda motor. Kemudian, Togap sempat memarahi dengan kata-kata kasar saat menghentikan kendaraan Sabat.

Alasan Sabat tetap ingin melintas saat Togap tengah bertugas karena ia akan melakukan ibadah suci bernama perminyakan ke salah seorang jamaahnya yang sakit keras.

Menyadari kesalahannnya, kini Togap telah meminta maaf kepada Sabat pascakejadian tersebut.

Terkait insiden tersebut, Sabat, Togap dan tokoh agama Katolik di Samosir kemudian diundang Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra untuk menceritakan kejadian sebenarnya.

“Saya selaku pastor membuka pintu maaf itu dan kami sudah berangkulan, tidak ada yang indah selain damai dan bersaudara," kata Sabat kepada wartawan di Mapolda Sumut, Selasa (21/6).

Sabat juga mengatakan perselisihan antara dirinya degan Togap telah diselesaikan secara baik-baik.

"Sudah kami selesaikan dengan baik-baik bersama dengan Pak (Togap) Tobing. Tidak ada perselisihan. Sangat tegaskan saya katakan, jangan dibawa ini ke macam-macam soal. Kami sudah membalut luka kami masing-masing. Jangan ada orang lain yang merasa terluka, kami berdua sudah saling bermaafan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Sabat menjelaskan bahwa perdamaian dengan Tongap juga telah disampaikan kepada Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak.

"Saya sudah melaporkan kepada Kapolda, supaya Bapak Kapolda bukan hanya mendengar, tapi juga menerima pertemuan ini," ujarnya

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengatakan, kasus ini telah diselesaikan dengan cara restorative justice.

“Penanganan penegakkan hukum tidak semestinya, semuanya berujung pada pasal penegakkan hukum. Restorative justice itu menjadi pedoman kita untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi," kata Panca.

Panca menjelaskan bahwa perdamaian itu dapat dijadikan contoh bagi semua masyarakat untuk menyelesaikan masalah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pemuka agama di Kabupaten Samosir karena telah membantu menyelesaikan persoalan ini.

“Ini jadi contoh bagi kita seluruh masyarakat bagaimana menyelesaikan masalah dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan teman-teman semuanya, bisa membantu menyelesaikan,” jelasnya.

“Dan tidak ada lagi, seperti yang diharapkan pastur bahwa tidak ada lagi diangkat-angkat atau dibawa ke hal yang tidak berkepentingan, beliau sudah berdamai dan sudah menyelesaikan sebaik-baiknya,” tutup Panca.

Baca juga: Maki Pastor Paroki, Wakapolres Samosir Akhirnya Minta Maaf

sumber: kumparan.com