SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Potensi kerugian negara dari penyalahgunaan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digulirkan Bank BRI KCP Unit Perdagangan lebih kurang Rp 500 juga. 

Meski demikian, dalam penyelidikan kasus tersebut, pihak kejaksaan masih menunggu hasil perhitungan dari SPI (Satuan Pengawasan Internal).

Demikian dikatakan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Simalungun Asor Olodaiv Siagian bersama Kasi Pidsus M Kenan Lubis ketika ditemui hetanews.com di kantornya, Rabu (22/6/2022).

"Ada beberapa kasus yang kini dalam proses penyidikan bidang Pidsus, diantaranya kasus BRI dalam penyaluran dana KUR," kata Siagian.

Dalam penyidikan kasus tersebut setidaknya sudah sekitar 20 orang saksi yang diperiksa termasuk Kepala Cabang dan Kepala Unit BRI serta beberapa debitur.

Tim jaksa yang menangani kasus tersebut dipimpin langsung oleh Kasi Pidsus dibantu jaksa Dedy Chandra Sihombing, Juna Karo-karo, Herman Ronal dan Weni Julianti Situmorang.

Kenan juga menjelaskan terkait kasus penyaluran dana KUR tidak sesuai prosedural. Dimana salah seorang oknum pegawai BRI dengan jabatan Mantri memprakarsai untuk merekrut para debitur.

Setidaknya ada sekitar 30 orang debitur dari 2 Nagori yakni Sidotani dan Parlanaan.

Seolah olah ke-30 orang tersebut ada menerima pinjaman dana KUR dari BRI, padahal hanya pinjam nama.

"Faktanya, debitur hanya menerima uang terima kasih berkisar Rp.500 ribu hingga Rp 2 juta karena namanya sudah digunakan sebagai peminjam," katanya.

Dana yang dicairkan oleh oknum Mantri tersebut digunakan untuk kepentingannya sendiri.

"Sehingga oknum tersebut telah menyalahgunakan wewenangnya untuk memperkaya diri sendiri yang menyebabkan kerugian negara," jelas Kenan.

Terungkapnya kasus ini berdasarkan beberapa laporan masyarakat. Ketika ingin melakukan pinjaman ke Bank, namanya sudah tercatut sebagai debitur sehingga pinjamannya ditolak.

Dalam penanganannya, hingga saat ini belum ditetapkan tersangka karena masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara.

"Jika sudah diterima hasil perhitungan, maka kita akan tetapkan tersangka," jelasnya.