HETANEWS.com - Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dan Kepolisian Daerah Sumatera Utara terus berupaya mempercepat pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

BPODT dan Kapolda Sumatera Utara melakukan pertemuan di markas Polda Sumut guna membahas perkembangan pariwisata Danau Toba serta persiapan perhelatan internasional Women 20 di Danau Toba. Senin, (20/06).

Direktur Utama BPODT, Jimmy Bernando Panjaitan menyampaikan ada beberapa oknum yang mencoba memperlambat pengembangan Kawasan Toba Caldera Resort yang menjadi Proyek Strategis Nasional dan memerlukan pendampingan dari kepolisian.

“Kawasan Toba Caldera Resort ini diharapkan dibangun oleh para investor, kita harus bersama-sama menjaga kesinambungan pembangunan infrastruktur untuk mendukung produktivitas sektor pariwisata serta menciptakan iklim investasi yang baik agar para investor nyaman berinvestasi dalam mengembangkan Danau Toba, Kami sangat membutuhkan pendampingan dari kepolisian untuk oknum yang memperlampat kinerja kami,” ujar Jimmy.

Menanggapi hal itu Kapolda Sumut, Irjen. Pol. R.Z. Panca Putra Simanjuntak menegaskan bahwa Polda Sumut tidak akan mentolerir upaya-upaya yang menghambat program pemerintah.

“Tidak boleh ada yang menghambat program pemerintah. Pemerintah meyakini bahwa sektor ekonomi utama yang dapat efek dengan cepat adalah sektor pariwisata. Kegiatan pembangunan infrastruktur di KSPN benar-benar saya kawal, saya 1000 persen untuk mewujudkan janji Bapak Jokowi di Danau Toba ini,” ujar Panca.

Selain itu, Panca menyampaikan perhelatan W20 turut menjadi perhatian utama Kapolda dalam menyukseskan agenda G20 di Indonesia.

“Pengamanan kegiatan W20 harus betul- betul dirancang dengan baik untuk seluruh delegasi dari nagara anggota G20, kami akan senantiasa berkoordinasi lebih lanjut dengan BPODT untuk memberikan pengamanan terbaik,” ujar Panca tutup pertemuan tersebut.