SIANTAR, HETANEWS.com - Kahar Muzakar Hutabarat (24),merupakan seorang residivis. Ia pernah dihukum 2 tahun karena terbukti melanggar pasal 127 UU RI No 35/2009 tentang penyalahgunaan narkotika.

Kali ini dalam sidang Selasa (21/6/2022) di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, ia divonis 6 tahun denda Rp 1 milyar. Jika denda tidak dibayar diganti hukuman penjara selama 6 bulan.

Sebelumnya, jaksa Lynce Margaretha menuntut pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp.1.420 Milyar. Jika tak dibayar diganti dengan hukuman penjara selama 6 bulan.

Terdakwa Kahar dinyatakan bersalah melanggar pasal 114 (2) UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Dengan ancaman paling lama 20 tahun ataupun hukuman mati.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika," kata Irwansyah P Sitorus sebagai hakim ketua disidang siang itu.

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara Tommy Saragih dan Erwin Purba dari BBH USI, Posbakum PN Siantar menyatakan menerima putusan tersebut. Sedangkan jaksa menyatakan pikir-pikir diberi kesempatan selama 7 hari.

Sesuai fakta sidang, terdakwa ditangkap Satres Narkoba Polres Siantar Alex Arisandi Sidabutar dkk pada Jumat, 18 Pebruari 2022 di pinggir jalan Narumonda Bawah. Dari terdakwa disita 2 paket sabu yang terjatuh dari selipan topinya sebanyak 2,38 gram (bruto). Hape merk Realmi dari saku celananya.

Sabu sebanyak itu diakuinya akan diantarkan kepada Hendro (DPO) yang sudah memesannya seharga Rp.1.8 juta. Dan sabu tersebut ia peroleh dari Melvi (DPO) dengan harga Rp.1,7 juta sehingga ia memperoleh keuntungan 100 ribu.

Belum sempat mengantarkan sabu demi mendapatkan untung 100 ribu, terdakwa pun ditangkap polisi.

Barang bukti sabu dan hape dinyatakan dimusnahkan sedangkan 1 unit sepeda motor Honda Genio tanpa plat dikembalikan kepada pemiliknya Daniah Pakirah.