HETANEWS.com - Seorang pekerja penitipan anak diduga mengguncang bayi berusia tujuh minggu sampai tewas. Alasannya sangat-sangat sepele, karena bayi tak berdosa itu tidak berhenti menangis. Taylor Burris (24), kemudian menunggu lebih dari tiga jam untuk meminta bantuan.

Pekerja penitipan anak itu mencari Google 'sindrom bayi terguncang' ketika bayi itu, Maren Gallagher, berada di rumah sakit karena trauma benda tumpul di kepala, menurut laporan polisi.

Burris menelepon 911 pada sore hari tanggal 17 Mei untuk melaporkan seorang anak yang tidak responsif di penitipan anak di Forsyth, Illinois.

Maren dibawa ke Rumah Sakit St John, di mana dia dinyatakan meninggal keesokan paginya. Burris pertama kali mengatakan kepada penyelidik bahwa Maren jatuh sakit setelah terkena softball di tempat penitipan anak.

Burris awalnya mengatakan bahwa Maren mulai menangis setelah sebuah bola mengenainya dan semakin sakit, membuatnya menelepon 911.

Tetapi dalam wawancara kedua pada hari Selasa, Burris mengatakan bahwa Maren memang terkena bola, tetapi mengakui bahwa dia mengguncang bayi itu karena frustrasi karena tangisannya, sebuah pernyataan tertulis yang diperoleh oleh Herald & Review menyatakan.

Insiden goncangan itu terjadi sekitar pukul 10.40, namun Burris menunggu hingga pukul 14.05 untuk meminta bantuan.

"Taylor mengakui bahwa dia memiliki informasi "Google" tentang "sindrom bayi terguncang" pada malam ketika Maren berada di rumah sakit dan terbaring sekarat," tulis Sersan Roger Pope dari Kantor Sheriff Kabupaten Macon dalam pernyataan tertulis.

"Ketika di telepon dengan petugas pengiriman, Taylor mengatakan bahwa bayi itu berada dalam kondisi pernapasan yang tidak responsif dan terhambat atau apnea selama 20 menit sebelum dia menelepon EMS."

"Ini jelas perilaku yang lalai."

Sebuah laporan otopsi mengungkapkan bahwa Maren meninggal karena cedera benda tumpul di kepalanya, kata Koroner Kabupaten Sangamon Jim Allmon.

Burris dibawa ke penjara Macon County pada hari Selasa dan tetap di sana dengan jaminan $ 250.000 pada hari Jumat. Hari berikutnya di pengadilan telah ditetapkan pada 15 Juli.

sumber: tribunnews.com