SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Naas, itulah nasib yang dialami terdakwa Roberto Rafles V Siallagan (40), warga Huta Tiga Rihit Parapat atau di jalan SM Raja Parapat. Ia telah memohon kepada hakim agar dihukum seringan-ringannya pasca dituntut jaksa 6,6 tahun denda Rp 1 milyar subsider 1 tahun penjara.

Namun, hakim diketuai Anggreana ER Sormin justru menjatuhkan vonis lebih tinggi menjadi 8 tahun denda Rp.1,2 Milyar subsider 6. Jalan penjaga disidang Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (20/6/2022).

Pria berkepala setengah pelontos ini dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 114 (1) Jo pasal 132 UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Ia terbukti belanja sabu seharga Rp.4 juta dan juga ganja seharga Rp. 1 juta. 

Berdasarkan fakta persidangan, terdakwa ditangkap di rumahnya di Jalan Sisingamangaraja Parapat pada Selasa, 15 Pebruari 2022. Petugas Polsek Parapat sudah mendapatkan informasi jika terdakwa menjual sabu dan ganja.

Melihat kedatangan petugas, terdakwa berusaha kabur dari belakang rumahnya menuju sungai dan membuang barang bukti. Hingga akhirnya berhasil diamankan sabu dan dan ganja dari dalam gudang rumahnya.

Kepada petugas, terdakwa mengakui memesan sabu seharga Rp.4 juta dari Junita (DPO) di Siantar. Dengan lokasi transaksi antara Parapat dan Siantar, yakni di jalan Tiga Dolok Kecamatan Dolok Panribuan. Sisa sabu yang disita seberat 0,36 gram. 

Sedangkan ganja dibeli dari Saragih sebanyak 1/2 kg seharga Rp.1 juta dengan cara diantarkan ke rumah terdakwa. Sisa ganja disita seberat 151,26 gram. Turut disita timbangan digital,hape Samsung dan uang sebanyak Rp.500.000.-

Dalam persidangan, terdakwa didampingi pengacara Josia Manik dari LBH PK, Posbakum PN Simalungun, masih menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut.