SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Oknum guru PNS SSN (41) warga Huta I Parlanaan Kecamatan Gunung Malela dalam perkara narkotika tidak dilakukan penahanan.

Sesuai rekomendasi dari BNN Kabupaten Simalungun dan Polres ia direhabilitasi selama 6 bulan dan tetap diproses atau diadili.

Pasalnya, jaksa tidak setuju dilakukan rehabilitasi, karena bukan pecandu tapi penyalahguna melanggar pasal 127 UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Sebagai PNS atau guru, SSN tak layak mendapatkan rekomendasi rehabilitasi.

Meski sudah mendapatkan rekomendasi dari TAT (Tim Asasemen Terpadu), SSN diadili di Pengadilan Negeri Simalungun, Senin (20/6/2022) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Saksi dokter yang dihadirkan di persidangan menjelaskan melakukan assessment kepada terdakwa setelah mendapat rekomendasi dari BNN Kabupaten Simalungun. Tapi dari hasil pemeriksaan, terdakwa bukanlah pecandu.

"Ia bisa berkomunikasi secara normal meski tidak menggunakan narkotika, jadi tidak dapat dikategorikan sebagai pecandu atau ketergantungan,' kata saksi.

Dalam persidangan, terdakwa juga mengakui baru 3 bulan menggunakan narkotika. Saat malam lebih berkeringat sehingga menggunakan sabu 3 kali sehari. Tapi saat mengajar tidak menggunakan narkotika, jelasnya.

'Apalagi baru 3 bulan, itu artinya pemain baru dan belum bisa dikategorikan sebagai pecandu," kata hakim yang juga mengingatkan jaksa jika masa rehabilitasi sudah berakhir.

Persidangan dipimpin hakim Anggreana ER Sormin, Dessy Ginting dan Aries Ginting dinyatakan ditunda hingga Senin (27/6/2022) untuk mendengarkan tuntutan jaksa.