SIMALUNGUN, HETANEWS.com - SSN (41), oknum guru ASN mengaku dilengserkan dari jabatan Kepala Sekolah setelah tersandung kasus Narkotika. Hal itu dikatakannya dalam persidangan, Senin (20/6/2022) di Pengadilan Negeri Simalungun.

"Dulu saya kepsek disalah satu Sekolah Dasar di Samosir, sekarang sudah dicopot," katanya menjawab pertanyaan hakim Anggreana ER Sormin.

Oknum guru itu didakwa menggunakan sabu sabu oleh jaksa Barry Sihombing dari Kejari Simalungun. Ia kedapatan menyimpan sepaket sabu dalam sebuah tas hitam saat terjadi kecelakaan tunggal.

Seperti keterangan saksi saksi Bambang Lesmono dkk, anggota Polri pada pokoknya menerangkan mendapatkan informasi dari masyarakat ada mobil Avanza tak bertuan pasca menabrak box dipinggir sungai. Rupanya terdakwa berteriak minta tolong karena jatuh ke bawah.

Petugas menemukan tas yang diakui milik terdakwa dan berisi sepaket sabu. Ia pun mengakui membeli sabu melalui Putra (DPO) pada Rabu, 15 Desember 2021 sekira pukul 15.00 Wib di Huta III Nagori Marihat Bukit Kec Gunung Malela Simalungun sebanyak 1 Paket dengan harga Rp 400.000.

Warga Huta I Parlanaan ini mengakui baru 3 bulan menggunakan narkotika. Karena rumah tangganya berantakan setelah 14 tahun dan memiliki 4 anak.

"Saya baru pakai narkoba karena istri saya pergi meninggalkan saya setelah 14 tahun berumahtangga dan mobil saya dibawa," kata terdakwa yang berstatus rehab.

Sedangkan mobil Avanza yang dibawa adalah milik Holmes Tambunan sebagai jaminan hutang. Namun terdakwa siap mengganti kerusakan mobil tersebut.

"Saya pinjam uang terdakwa dan mobil saya sebagai jaminan," kata saksi Tambunan yang juga hadir sebagai saksi.