Karo, hetanews.com- Mustar Bonaventura Manurung Ketua Umum DPP Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) sempat diancam Danrem 023/KS Kolonel Inf Fachri. Ancaman itu dilakukan Minggu (28/6/2015) disela-sela kunjungan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan dan Menteri Sekretaris Kabinet Andi Widjayanto ke lokasi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung  di KNPI Jalan Pahlawan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumut.

Kepada wartawan Mustar mengaku peristiwa pengancaman berawal ketika, ia yang membawa puluhan relawan membantu pengungsi meminta agar Andi Widjayanto  dan Luhun B Panjaitan berkunjung ke lokasi pengungsian di Desa Tanjung Belang, Kecamaran Tiga Nderket yang dinilainya kurang mendapat perhatian.

"Keduanya (Andi  dan Luhut)  setuju.  Lokasi itukan juga telah dijadwalkan akan dikunjungi setelah dari lokasi Paroki di Jalan Irian  dan KNPI," ujar Mustar.

Setelah menyampaikan permintaanya, Fachri memanggil Mustar dan dia sepertinya keberatan. Sempat terjadi perdebatan keras antara Mustar dengan Danrem yang dinilainya berusaha mencegah Andi dan Luhut  ke lokasi yang dikategorikan zona berbahaya.

Setelah itu jelas Mustar, Fachri mengancamnya. "Awas ya, nanti saya sikat kamu," ujar Mustar meniru perkataan Fachri.

Setelah itu keduanya memburbarkan diri karena rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Tanjung Belang. Tiba-tiba iring-iringan yang telah berjalan menuju lokasi berbalik arah ke hotel di  Berastagi. Kunjungan ke Tanjung belang ternyata dibatalkan.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Kabinet Andi Widjayanto mengaku tak mengetahui alasan kenapa kunjungan ke lokasi pengungsian di Tiga Belang batal.