TAPUT, HETANEWS.com - Oknum guru di Taput inisial EMSP divonis 4 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tarutung. Guru PNS itu dinyatakan bersalah melakukan pencemaran nama baik terhadap JVP. 

Adapun EMSP dan JVP diketahui masih keluarga dekat. Hubungan keduanya tak harmonis, setelah diketahui adanya ucapan kasar dan merendahkan secara langsung maupun di aplikasi WhatsApp. 

Akhirnya JVP melalui kuasa hukumnya LBH Gerak Indonesia DPD Sumut melaporkan EMSP ke Polres Taput pada 20 Mei 2022. 

EMSP diduga telah melakukan pencemaran nama baik dan penghinaan, dengan menyebut JVP sebagai wanita tuna susila. Laporan pengaduan kasus itu teregistrasi dalam LP/B/ 151/ V/ SPKT/.

Selanjutnya, kasus tersebut dilimpahkan ke PN Tarutung, bergulir persidangan tindak pidana ringan dengan nomor registrasi No.8/Pid.c/PN.

Pada Jumat 17 Juni 2022, majelis hakim menjatuhkan vonis 4 bulan penjara terhadap EMSP. Ia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 315 KUHP tentang pencemaran nama baik ringan.   

Adapun Pasal 315 KUHP berbunyi: Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, 

maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya,

diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.