SIANTAR, HETANEWS.com - Didampingi, Sekda Budi Utari Siregar, Plt Wali Kota Pematangsiantar, Susanti Dewayani berangkatkan 42 calon jemaah haji asal Kota Pematangsiantar yang tergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Medan.

Diberangkatkan dari Aula Asrama Haji Pangkalan Mansyur Medan, menuju Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Jumat Malam, 17 Juni 2022. Susanti Dewayani mengucapkan selamat sampai Tanah Suci Makkah.

Puluhan jemaah asal Kota Pematangsiantar yang bergabung dengan calon jemaah haji Kota Medan, Kabupaten Langkat, Kabupaten Labuhan Baru Utara itu diterbangkan dari Kualanamu menuju Madinah sekitar pukul 19.30 WIB.

“Jujur saya merasa bangga sekaligus terharu menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan ibadah haji bapak dan ibu sekalian, mulai dari manasik, tepung tawar, pelepasan di depan Kantor Wali Kota Pematangsiantar, hingga di Asrama Haji Pangkalan Mansyur Medan ini, namun saya mohon maaf kepada 42 calon jemaah haji asal Kota Pematangsiantar, karena tidak dapat mengantar sampai ke bandara dan naik ke Pesawat," ujarnya.

Masih kata Susanti Dewayani kalau dirinya ingin sekali mengantar para calon jemaah haji asal Kota Pematangsiantar hingga di tangga Pesawat, namun dikarenakan masih ada lagi tugas yang tidak bisa di tinglakan, jadi dirinya memohon maaf.

"Saya berpesan agar calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci agar senantiasa menjaga kesehatan dan memperbanyak sabar selama menjalankan ibadah haji nantinya. Sebab ibadah haji merupakan ibadah fisik yang membutuhkan kekuatan prima, berbeda dengan ibadah lainnya," terangnya.

“Kami juga mohon titip doa agar Kota Pematangsiantar bisa Bangkit dan Maju lagi, dalam mewujudkan Kota Pematangsiantar yang Sehat,Sejahtera dan Berkualitas,” lanjut Susanti Dewayani.

Plt Walikota Siantar Susanti Dewayani juga mengucapkan selamat jalan kepada semua calon jamaah haji baik dari Kota Medan, Kabupaten Langkat, Kabupaten Labuhan Baru Utara, terutama Kota Pematangsiantar. 

"Jaga kesehatan dan tingkatkan kesabaran, karena di kota Mekkah dan kota Madinah kesabaran itu paling diuji karena kita tidak bisa berkata ini adalah orang Indonesia tetapi seluruh dunia tumpah ruah di sana," tutupnya.