MEDAN, HETANEWS.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta semua pihak harus Bersatu padu dalam memaksimalkan kegiatan Women20 (W20) Summit. Untuk membuka mata dunia tentang Sumatera Utara, khususnya Danau Toba.

W20 Summit sendiri Uiselenggarakan di Parapat, Kabupaten Simalungun pada tanggal 18 hingga 21 Juli. Puluhan delegasi dari negara-negara anggota Group of Twenty (G20) seperti China, Italia, Uni eropa, Brazil, Argentina, India, Amerika dan beberapa negara negara besar lainnya.

Akan hadir pada acara ini untuk membahas isu-isu kesetaraan gender, pembangunan perempuan, pertumbuhan inklusif perempuan, wanita pedesaan dan disabilitas serta kerja sama ekonomi.

“Kita harus bisa membuka mata semua orang bagaimana hebatnya Sumut. Tanpa event seperti ini sulit mengumpulkan tokoh-tokoh internasional, karena itu semua pihak perlu berkontribusi,” ungkap Edy Rahmayadi, saat konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Rabu (15/6/2022).

Ajang ini juga menurut Edy Rahmayadi, menjadi wadah untuk mempromosikan Sumut, khususnya Danau Toba. Bukan hanya terkait alam, tetapi juga budaya dan infrastruktur, karena itu persiapannya harus benar-benar matang.

“Promosi itu mahal dan kali ini kita dipromosikan W20, sebuah kegiatan berskala internasional yang akan jadi perhatian Dunia jadi jangan disia-siakan. Perkenalkan kebudayaan kita, alam kita dan tentu infrastruktur kita harus memadai  untuk mendukung kepariwisataan Danau Toba,” kata Edy Rahmayadi.

Sementara itu, Chairwoman W20 Hadriani Uli Silalahi mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi  (Pemprov) Sumut untuk event W20 Summit. Menurutnya, dukungan Pemprov Sumut untuk menyukseskan event internasional ini maksimal.

“Kami apresiasi kesiapan Sumut menjadi tuan rumah W20. Secara teknis Sumut sudah siap dan dukungan yang diberikan sangat luar biasa,” kata Uli Silalahi saat konferensi pers.

Menurut keterangan Uli, sampai saat ini sudah sudah 15 negara yang mengonfirmasi hadir secara langsung di Parapat. Sebagian negara juga mengirim lebih dari tiga delegasinya untuk seperti Amerika Serikat tiga orang, India enam orang dan Italia delapan orang.

Uli mengakui persiapan W20 Summit di Danau Toba lebih sulit karena di empat kota sebelumnya dilakukan secara virtual.

“Ini lebih sulit tentunya karena di Likupang, Banjarmasin, Manokwari, Kota Batu dilakukan secara virtual. Saya terharu dengan dukungan yang diberikan Pemprov Sumut yang sudah mendukung sejak tahun lalu. Sumut sudah siap jadi tuan rumah,” kata Uli.

Di kesempatan yang sama Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Raja Malem Tarigan menyampaikan kesiapan BPODT dalam mendukung Pemerintah Sumatera Utara untuk mensukseskan kegiatan internasional yang akan dihelat di Kawasan Danau Toba ini.

“BPODT selaku salah satu tuan rumah perhelatan Woman 20 (W20) Summit siap untuk mendukung Gubernur Sumatera Utara dalam mensukseskan kegiatan ini, BPODT berencana akan memberikan cindera mata kepada seluruh kontingen delegasi yang hadir berupa produk UMKM lokal unggulan untuk mengenalkan potensi pariwisata di Danau Toba. Tidak hanya itu momen ini juga sebagai media memperkenalkan lahan Toba Caldera Resort ke dunia internasional sebagai peluang investasi di lahan kami,” ujar Raja.

Hadir pada konferensi pers W20 ini Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintah Binsar Situmorang, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaiman Turnip. Hadir juga tim W20 dan juga OPD terkait Pemprov Sumut.