MEDAN, HETANEWS.com - Polrestabes Medan mengungkapkan dugaan motif Aipda Leonardo Sinaga nekat menganiaya seorang tahanan bernama Hendra Syahputra bersama narapidana lainnya hingga tewas.

Ada dua motif yang didapati polisi terkait aksi Leonardo. Pertama, lantaran jengkel. Kedua, ada faktor tidak diberikan uang.

"Untuk motif Aipda Leonardo Sinaga, dari hasil pemeriksaan karena rasa jengkel. Mungkin karena ada perkataan yang tidak pas ke Leo sehingga dilakukan pemukulan," kata PS Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa saat dikonfirmasi, Kamis (16/6/2022).

"Terkait dengan karena tidak dikasih uang memang ada juga keterangan dari tersangka lainnya. Jadi itu lah yang masih belum sinkron. Tapi fokus kami di perbuatan pidananya," tambahnya.

Dia pun menjelaskan Leonardo sudah ditahan. Untuk status Leonardo ke depan masih akan dilihat hasil sidang kode etik. "Dia masih polisi aktif," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Hendra Syahputra tewas usai dianiaya sesama tahanan di ruang tahanan Polrestabes Medan. Kasus ini pun sudah masuk ke persidangan. Dalam persidangan terungkap jika Hendra dipukul hingga dipaksa masturbasi menggunakan balsem.

"Almarhum Hendra Syahputra disuruh mastrubasi dengan menggunakan balsem tersebut," tulis jaksa dalam dakwaan dalam SIPP PN Medan, Sabtu (11/6).

Polda Sumut pun memeriksa petugas jaga ruang tahanan Polrestabes Medan usai Hendra Syahputra dianiaya hingga tewas di lokasi itu. Dari hasil pemeriksaan, satu orang petugas dinyatakan terlibat dalam kasus itu.

"Terhadap kasus yang mengakibatkan korban meninggal dunia yang juga diduga melibatkan oknum anggota berinisial LS, Propam Polda Sumut sudah memprosesnya," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, Minggu (12/6).

"Di mana berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti yang saling bersesuaian, diperoleh fakta bahwa Aipda LS menyuruh para tersangka untuk melakukan penganiayaan kepada almarhum HS (Hendra Syahputra)," sambungnya.

Baca juga: Oknum Polisi-Tahanan di Medan Kompak Aniaya Hendra hingga Tewas

sumber: detik.com