MEDAN, HETANEWS.com - Polrestabes Medan beberkan peranan delapan tersangka yang penganiayaan terhadap seorang tahanan Hendra Syahputra hingga meninggal dunia.

"Saat ini sudah ada delapan tersangka menyangkut kasus penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia atas korban bernama Hendra Syahputra," kata PS Kasat Reskrim Polrestabes Merdan, Kompol Teuku Fathir Mustafa saat dikonfimasi, Kamis (16/6/2022).

Delapan tersangka itu yakni Hisarma Pancamotan Manalu (44), Tolib Siregar (35), Wily Sanjaya (20), Yulismana Zebua (25), Nino Pratama Aritonang (21), Hendra Siregar (45), Bripka Andi Arpino (37), dan Aipda Leonardo Sinaga.

"Perannya berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang dikumpulkan ialah Hisarman perannya menendang. Tolib memukul bagian lutut, memukul dengan bola karet, dan pernah menyuruh tindakan tidak terpuji menggunakan balsem," ujarnya.

"Wily memukul, Yulisman menampar dan memukul, Nino memukul, Hendra Siregar memukul, Leonardo Sinaga memukul, dan Andi Arpino juga," tambahnya.

Dikatakannya dari delapan tersangka ada tiga orang yang ditahan di Polrestabes Medan. Namun, Fathir enggan menjelaskan lebih detail terkait siapa tersangka ditahan dan yang masih menjalani hukuman penjara sebelumnya tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Hendra Syahputra tewas usai dianiaya sesama tahanan di ruang tahanan Polrestabes Medan. Kasus ini pun sudah masuk ke persidangan. Dalam persidangan terungkap jika Hendra dipukul hingga dipaksa masturbasi menggunakan balsem.

"Almarhum Hendra Syahputra disuruh mastrubasi dengan menggunakan balsem tersebut," tulis jaksa dalam dakwaan dalam SIPP PN Medan, Sabtu (11/6).

Polda Sumut pun memeriksa petugas jaga ruang tahanan Polrestabes Medan usai Hendra Syahputra dianiaya hingga tewas di lokasi itu. Dari hasil pemeriksaan, satu orang petugas dinyatakan terlibat dalam kasus itu.

"Terhadap kasus yang mengakibatkan korban meninggal dunia yang juga diduga melibatkan oknum anggota berinisial LS, Propam Polda Sumut sudah memprosesnya," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, Minggu (12/6).

"Di mana berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti yang saling bersesuaian, diperoleh fakta bahwa Aipda LS menyuruh para tersangka untuk melakukan penganiayaan kepada almarhum HS (Hendra Syahputra)," sambungnya.

Baca juga: Tahanan Tewas Disiksa dan Dipaksa Masturbasi Pakai Balsem, Kasat Tahti Belum Dicopot

sumber: detik.com