SIANTAR, HETANEWS.com - Aliansi Perempuan Bersama Lingkungan (APuL) bekerja sama dengan lembaga kemitraan Komite Nasional Lutheran World Federation (KN LWF) Indonesia dan United Evangelical Mission (UEM), menggelar pelatihan berkebun organik pada Rabu, 15 Juni 2022. 

Direktur KN LWF Indonesia Pdt. Dedi Pardosi mengajak semua pemangku kepentingan untuk menegaskan peran penting yang dimainkan perempuan dalam ancaman krisis pangan, dan mengecam bias sosial, undang-undang dan praktik diskriminatif yang menghalangi hak, akses, dan kemampuan perempuan untuk berkontribusi secara holistik dengan mempromosikan pendekatan agroekologi yang melestarikan alam, salah satunya dengan menjadi pelaku pertanian organik.

Nina Ravier Hutagalung menjelaskan Urban Farming dengan topik berkebun organik di rumah.

Nina mengajak peserta mengubah sudut pandang terhadap pandemi Covid-19 sebagai kesempatan daripada sebagai masalah. 

Kehilangan pekerjaan, bertambahnya pengeluaran rumah tangga, keharusan berada di rumah, dan hobi baru bercocok tanam setelah munculnya pandemi Covid-19 bisa dialihkan pada kegiatan berkebun organik di rumah dengan memanfaatkan ruang (lahan, teras, dinding, dan pagar) serta barang-barang bekas yang ada. 

Masih kata Nina, berkebun organik menjadi pilihan karena merupakan sistem bercocok tanam dengan kondisi tanah tetap sehat pada proses pengolahannya, dengan memanfaatkan bahan-bahan organik atau alamiah sebagai input, dan menghindari penggunaan pupuk dan pestisida yang membahayakan kesehatan manusia maupun lingkungan.

Berkatdo Saragih, Koordinator Program Human Rights dan Advocacy juga mendorong dan mendukung pemerintah untuk memprioritaskan sumber daya pada sistem pangan yang lebih berkelanjutan, dengan fokus pada pendekatan agroekologi yang mencakup fokus yang lebih kuat pada hak asasi manusia, keadilan, dan kepedulian terhadap ciptaan dalam kerangka pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Pelatihan yang diadakan di kantor LSC (Lutheran Study Center)- KN WLF, kompleks STT HKBP Pematangsiantar ini masih merupakan pelatihan tahap pertama untuk berkebun organik. 

Akan diadakan kembali pelatihan tahap kedua, yaitu bagaimana menanam dan proses pemeliharaan tanaman organik. 

APuL sebagai kumpulan perorangan dan komunitas maupun lembaga yang peduli atas nasib lingkungan kota Pematangsiantar, mengajak setiap orang untuk lebih peduli dan memulai dari diri gerakan peduli lingkungan ini. 

APuL mengajak para peserta yang kelak akan menerapkan ilmu dan keterampilan dari pelatihan ini untuk bersatu dalam kelompok sehingga bisa saling berbagi pengalaman dan menolong karena inti dari sesuatu yang organik itu adalah saling menghidupkan. 

NRH bekerja sama dengan lembaga mitra KN-LWF dan UEM siap mendampingi siapa pun yang berniat berkebun organik di rumah, dimulai dengan memberi pelatihan berkebun organik.