SIANTAR, HETANEWS.com - AAP (21) warga Jalan Dahlia dihukum 5 tahun denda Rp 1 milyar. Jika denda tidak dibayar diganti pidana penjara selama 3 bulan. 

Majelis hakim diketuai Afrizal Hady menyatakan terdakwa tanpa hak membeli narkotika dan dipersalahkan melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika disidang Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Rabu (15/6/2022).

Sebelumnya, terdakwa AAP dituntut 6 tahun denda Rp 1.410.000.000 subsider 6 bulan penjara oleh jaksa Ester Lauren Harianja. 

Sebelumnya, orangtua terdakwa sempat ribut di Pengadilan karena sudah mengeluarkan sejumlah uang kepada pengacaranya yang menjanjikan untuk rehabilitasi terhadap AAP. Atau setidaknya AAP akan dihukum sebagai pengguna yakni pasal 127 UU RI No 35/2009.

Akibat kesal, terdakwa AAP dan keluarganya mencabut kuasa di tengah proses jalannya persidangan. Hingga akhirnya AAP divonis 5 tahun penjara potong tahanan sementara yang telah dijalani.

Atas putusan tersebut, terdakwa didampingi pengacara pengganti Willy Sidauruk masih menyatakan pikir-pikir. 

Menurut hakim berdasarkan fakta persidangan, AAP ditangkap saat sepeda motornya jenis Honda CB 150 BK 3396 AIK dihentikan petugas Putra Lima Sormin dkk pada Minggu, 27 Pebruari 2022 sekira pukul 00.30 wib di jalan BTN Kelurahan Bah Kapuk Siantar Sitalasari.

Dari atas sepeda motor yang dikendarai terdakwa disita 2 paket sabu seberat 1,00 gram (bruto) dalam sebuah kertas kartu perdana. Dari saku celana uang 100 ribu dan 2 buah hape merk Oppo dan Samsung.

Ketika diinterogasi petugas, AAP mengakui membeli sabu dari Asri (DPO) di Tebing Tinggi. Dalam persidangan, terdakwa AAP sempat membantah temuan uang 100 ribu.

Meski demikian, AAP mengaku salah dan juga memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan.