SIMALUNGUN,HETANEWS.com - Seorang Guru PNS berinisial SSN (41) warga Huta I Parlanaan Kecamatan Bandar akhirnya disidangkan di Pengadilan Negeri Simalungun, kemarin

Sebelumnya, berdasarkan surat nomor; B/1878/XII/KA/PB.00/2021/BNNK tanggal 23 Desember 2021 yang dikeluarkan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten Simalungun perihal Rekomendasi TAT, SSN layak diberikan rekomendasi selama 6 bulan di Lembaga Rehabilitasi Sungai Yordan. Namun Proses Hukum tetap berlanju

Jaksa sebagai salah satu tim asasement terpadu (TAT) menyimpulkan, meski sebagai penyalahguna, namun terkait dengan profesinya sebagai Aparatur Sipil Negara (Tenaga Pengajar/Guru) sehingga tidak layak diberikan rekomendasi Rehabilitasi dan Proses Hukum tetap dilanjutkan

"Sebagai guru tidak layak mendapatkan rekomendasi rehabilitasi"

Hal itu dibenarkan Barry Sihombing selaku jaksa penuntut umum yang menyidangkan perkara SSN ketika ditanya hetanews.com Rabu (15/6/2022).

Pelaku pun dijerat dengan pasal 127 UU RI No.35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun

Saat ini status SSN direhabilitasi di Yayasan Sungai Jordan di Perdagangan sehingga ia mengikuti proses persidangan dari tempatnya direhabilitasi.

Sebagaimana disebutkan dalam surat dakwaan JPU, oknum guru itu beli 1 paket sabu sebanyak 1/2 gram seharga Rp.400 ribu dengan cara dititip kepada Putra (DPO) pada Rabu 15 Desember 2022.

Lalu sabu tersebut digunakan pada Minggu, 19 Desember 2021 di Huta III Nagori Marihat Bukit Kecamatan Gunung Malela. Dengan cara lebih dulu merakit bong, melubangi air mineral dan memasukkan pipet juga komoeng yang disambung dengan kaca pirex lalu dibakar yang digunakan sebagai kompor

Petugas menyita sisa sabu seberat 0,86 gram. Agenda persidangan pada sidang Senin (20/6/2022) mendatang masih mendengarkan keterangan saksi-saksi.