SIANTAR, HETANEWS.com - Tepat di perayaan HUT Ke Hetanews, Anggota DPR Komisi III  Hinca Panjaitan hadir dalam acara yang digelar di Jalan Narumonda Atas, Kelurahan Kristen, Kecamatan Siantar Selatan, Senin (30/5/2022) lalu.

Kehadirannya memberikan motivasi terhadap aparat penegak hukum (APH) baik itu Kepolisian maupun BNNK Siantar agar lebih bekerja keras lagi dalam memberantas narkoba.

Selain itu dirinya juga memberitahukan kepada pihak kepolisian dan juga BNNK Siantar, agar tidak melalukan penahanan bagi para pengkonsumsi melainkan direhabilitasi.

"Mereka adalah pengguna, mereka adalah orang yang sakit, dan tempat yang seharusnya mereka singgahi bukanlah jeruji besi tapi pusat rehabilitasi. Namun, negara menutup mata, entah karena ketiadaan biaya, atau memang nurani pemimpin-pemimpin kita sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja," jelasnya dalam orasinya dengan tema Pers Keadilan dan Demokrasi.

Menurutnya, bahwa mereka (pecandu) adalah orang yang sakit meskipun mereka telah membuat kesalahan. Dan perlu diingat para penegak hukum sedang gencar-gencarnya menggemakan nilai-nilai Restorative Justice.

"Itu (restorative Justice) merupakan nilai luhur dalam penegakan hukum yang menghendaki kesempatan bagi para pelaku kesalahan untuk kembali ke masyarakat tanpa harus tersesat dan hilanb arah didalam penjara.

Kita sedang perjuangkan konsistensi penerapannya bersama, agar para korban penyalahguna masih memiliki masa depan yang cerah. Baik untuk mereka sendiri, untuk keluarga-keluarga mereka dan terlebih untuk Indonesia," ujarnya.

Untuk itu dirinya berharap, agar tetap bisa berjalan beriringan dengan teman-teman Hetanews serta pers lainnya dalam menggaungkan "Jaga Kampung Kita Dari Ancaman Bahaya Laten Narkoba", karena narkoba adalah sumber malapetaka bagi bangsa, menjauhkan yang dekat, menyakitkan yang sehat serta menggelapkan yang cerah.

Bahkan dirinya juga menyatakan, bahwa para bandar narkoba senantiasa menunggu momen yang tepat untuk menghancurkan harapan para orang tua terhadap anaknya. Para bandar juga pandai melihat celah terhadap orang yang tengah dirundung permasalahan.

Melalui momen bersejarah ini, Hinca mengajak teman-teman para insan pers untuk mengikuti gerakan yang sedang ia canangkan, yakni menjemput mereka yang pulang dari pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan.

"Mereka memang pernah membuat kesalahan, tetapi mereka juga sudah menebusnya dengan menjalani hukuman serta pembinaan. Kita perlu ingat, Pidana Penjara bukan hanya sekedar menghukum si 'Pembuat Kesalahan'. Pada akhirnya mereka disiapkan untuk Kembali menjadi insan manusia yang dapat bermanfaat di masyarakat," pungkasnya.

Lebih lanjut dikatakan, jika bukan kita yang menerima mereka kembali, lantas siapa. Gerakan ini adalah bagian dari menghadirkan keadilan bagi semuanya.

Para mantan narapidana berhak untuk kembali diterima, dan percayalah saat masyarakat menerima dan bahkan menyambut mereka, tentu mereka akan berpikir ulang untuk mengulangi perbuatan cela yang pernah mereka lakukan.