SIANTAR, HETANEWS.com - Sanggar tari Simalungun Home Dancer atau SIHODA akan mengikuti International Folklore Meeting 2022 di Polandia pada  9-17 Juli 2022 mendatang. Sihoda memberangkatkan 14 penari, 4 musisi dan 4 official dengan kebutuhan biaya sekitar Rp 400 Juta.

Founder Sanggar Sihoda, Laura Sinaga mengatakan saat ini pihaknya masih mengumpulkan dana sekitar Rp 200 Juta. Dana yang terkumpul itu dari kegiatan SIHODA tampil dari kafe ke kafe di Siantar.

“Saat ini kami masih kekurangan Rp 200 juta lagi untuk mewujudkan keberangkatan ke Polandia. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Siantar yang telah mendukung Sihoda untuk berangkat ke Polandia," kata Laura, dalam keterangan Diskominfo Siantar dikutip, Rabu (25/5/2022).

Penggalangan dana terus dilakukan, salah satunya melalui Gerakan Marharoan Bolon Simalungun Home Dancer (Sihoda) Goes To Europe yang digelar di pelataran Parkir Pariwisata Jalan Merdeka, Selasa (24/5).

Pementasan mereka disaksikan langsung Plt Wali Kota Siantar dr Susanti Dewayani. 

Susanti berharap jangan sampai SIHODA batal berangkat ke Polandia karena adanya kendala kendala yang seharusnya dapat diselesaikan bersama.

Dirinya pun mengajak seluruh elemen masyarakat terlebih kepada para pengusaha yang ada di Kota Siantar untuk memberikan perhatian dan dukungan.

Kata dia, SIHODA akan membawa harum nama Indonesia terlebih nama Kota Siantar ke dunia mancanegara. 

Keberhasilan Sanggar Sihoda tampil di Polandia nantinya akan menjadi keberhasilan bersama masyarakat dan pemerintah. 

“Marilah kita jadikan keberangkatan mereka menjadi tanggung jawab kita semua, supaya rencana keberangkatan hingga kepulangan tidak terbengkalai. Dengan bergotong-royong kita pasti bisa maju,” ungkapnya.

SIHODA didirikan untuk mengembangkan kebudayaan terutama kesenian tari khususnya budaya Simalungun. SIHODA juga menjadi tempat generasi muda untuk belajar dan mencintai tari dan budaya Simalungun di Kota Siantar. 

Sebelumnya SIHODA pernah tampil di Turki melalui Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) yang merupakan organisasi nirlaba internasional dan mitra resmi UNESCO. 

Organisasi tersebut bergerak dalam bidang pelestarian, promosi, serta difusi kebudayaan tradisional dan folklore. 

Melalui CIOFF, SIHODA mengikuti seleksi untuk sanggar-sanggar tari di seluruh Indonesia agar dapat mengikuti acara Folklore Meeting Internasional. Mata internasional tertarik dengan nuansa Budaya Simalungun.