HETANEWS.com - Lahan seluas 69 hekatare yang ada di kawasan Puncak 2000 Siosar, persisnya di Desa Suka Maju, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo jadi rebutan antara masyarakat dengan PT Bibit Unggul Karobiotek (BUK).

Di satu sisi, masyarakat mengklaim bahwa tanah itu adalah milik mereka, karena sudah dikelola dan dijaga sejak bertahun-tahun lamanya.

Di sisi lain, PT Bibit Unggul Karobiotek juga merasa bahwa lahan seluas 69 hekatre di kawasan Puncak 2000 Siosar adalah miliknya.

Sehingga kedua kubu saling serang, hingga menumpahkan darah akibat saling bacok di lokasi perebutan lahan.

Saat peristiwa terjadi pada Selasa (17/5/2022) lalu, sejumlah bangunan dan beberapa kendaraan dibakar.  Warga dan pihak keamanan perusahaan sama-sama terluka.Atas peristiwa ini, Polres Karo kemudian bergerak mengamankan kedua belah pihak.

 Dari PT Bibit Unggul Karobiotek, Polres Karo menangkap 16 'algojo' yang sempat ikut serta menyerang masyarakat.

Menurut Kapolres Karo, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, dalam kasus ini sebenarnya ada tiga orang masyarakat dan satu pekerja perusahaan yang terluka. 

Mereka yang terlibat dalam bentrokan ini sudah diamankan. "Saat ini sudah dilakukan penahanan terhadap seluruh tersangka dan sudah dilakukan proses penyidikan," kata AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, Senin (23/5/2022) malam di Aula Tribata Polda Sumut.

Ronny menjelaskan, bentrok antara warga Desa Sukamaju dan pihak perusahaan ini bermula ketika pekerja PT Bibit Unggul Karobiotek menurunkan alat berat ke lahan yang sedang diperebutkan.

Ketika alat berat mulai bekerja, sekolompok masyarakat Desa Suka Maju yang merasa tanah itu miliknya berang lalu menghalangi, hingga akhirnya situasi memanas dan terjadi bentrok menggunakan senjata tajam.

Akibat bentrokan ini, dilaporkan sebuah kios terbakar, 12 sepeda motor milik pekerja perusahaan terbakar dan satu unit motor milik warga rusak.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa tombak, parang dan sejumlah pisau.

Selanjutnya polisi akan segera berkoordinasi dengan badan pertanahan guna memastikan alas lahan tersebut milik siapa. "Seperti yang disebutkan kita akan mengukur guna memastikan lahan atau alas yang diperebutkan itu," tutupnya.

Baca juga: Bentrok Soal Lahan di Puncak Siosar Karo, 17 Orang Jadi Tersangka

sumber: tribunnews.com