SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Horas Pardamean Samosir, warga Simalungun terbukti melakukan penipuan divonis 2,6 tahun dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (24/5/2022).       

Vonis yang dibacakan ketua majelis hakim Mince Ginting tersebut konform (sama) dengan tuntutan jaksa Herman Ronald.

Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara. 

Ia dinyatakan terbukti melakukan penipuan yang mengakibatkan saksi korban Mausin Gultom dan istrinya Hotdian Marbun mengalami kerugian Rp 15.590.000.    

Berdasarkan fakta persidangan menurut hakim, perbuatan itu dilakukan Horas sekitar tanggal 19 Desember hingga 31 Desember 2021.

Terdakwa mendatangi pasutri itu di rumahnya di Simpang Palang Nagori Pondok Buluh Kecamatan Dolok Panribuan dan mengaku marga Gultom untuk meyakinkan korban karena satu marga.

Terdakwa juga mengaku ngaku bisa mengurus Sertifikat Hak Milik (SHM) Tanah milik saksi korban yang terletak di Huta Tonga Tonga Pondok Buluh karena mengenal pegawai di BPN Simalungun.

Bahkan ia juga mengaku mantan pegawai BPN Nias tapi dipecat karena ada permasalahan.

Karena percaya, korban menunjukkan surat surat tentang tanah tersebut dan fotocopy diserahkan kepada terdakwa untuk melengkapi berkas.

Terdakwa lalu pergi dan datang lagi keesokan harinya meminta uang Rp.370.000 karena ada orang lain yang meminta pengurusan surat dan untuk pembatalan maka korban harus membayarnya.      

Dengan akal akalan lagi, terdakwa meminta uang Rp 7 juta untuk diberikan kepada pegawai BPN. Lalu minta Rp 3 juta lagi karena masih kurang. Selanjutnya untuk melakukan pemetaan korban harus membayar lagi Rp 1.050.000.

Korban juga harus menyetor uang lagi Rp 5.5 Juta untuk SHM yang akan keluar pada Januari. Namun, setelah bulan Januari korban menelpon terdakwa untuk menagih janjinya.

Dengan alasan akan menjemput Sertifikat tersebut, korban disuruh menunggu di Suzuya Pematangsiantar.

Setelah lama menunggu, hape terdakwa pun tidak bisa lagi dihubungi. Akibatnya saksi korban mengalami kerugian Rp 15.920.000.