MEDAN, HETANEWS.com - Sebuah video yang menunjukkan dua orang pria diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada pemilik toko material di Medan, Sumatera Utara, viral. Mereka melakukan pungli dengan modus uang SPSI.

Dalam video terlihat keduanya menggunakan seragam bermotif loreng warna biru, hijau dan merah. Keduanya berada di depan toko material tersebut.

Kedua pria disebut ingin bekerja menurunkan semen dari truk yang baru datang ke toko material itu. Namun ditolak pemilik toko dengan menyebut mereka sudah membuat janji akan memberikan setoran setiap bulan kepada pihak yang mengaku dari SPSI itu.

"Kan sudah ada nanti per bulan, apa lagi? 200 sak aja cuman loh," kata perekam video.

Mendapatkan penolakan, kedua pria itu mengatakan mereka hanya ingin bekerja. Mereka ngotot ingin bekerja dengan alasan pekerjaan itu merupakan tugas mereka dari SPSI. "Kak ini memang pekerjaan kami dari SPSI," kata salah seorang pria yang menggunakan baju loreng itu.

Peristiwa itu terjadi di Simpang Tuntungan, Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, pada Sabtu (21/5) yang lalu.

Kanit Reskrim Polsek Tuntungan, Ipda Elia Karo-Karo, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya pun telah menjumpai perekam video Rosmaida untuk dimintai keterangan.

"Iya tadi anggota reskrim dan Bhabinkamtibmas Polsek Medan Tuntungan langsung mendatangi pemilik panglong, Rosmaida yang merasa keberatan di pungli sebesar Rp 150.000 oleh oknum mengaku dari SPSI," kata Elia saat dikonfirmasi.

Elia mengatakan belum ada pemberian uang yang diberikan Rosmaida kepada dua orang yang mengaku dari SPSI itu. Elia mengatakan pihaknya sudah meminta Rosmaida membuat laporan polisi.

"Namun uang itu belum diberikan oleh korban. Kita sudah imbau pemilik panglong untuk buat laporan ke Polsek. Tapi yang bersangkutan masih belum bersedia. Meski begitu, kita akan upayakan memanggil dua oknum itu untuk diinterogasi dan diberikan edukasi," tutupnya.

sumber: detik.com