SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Kepala Dinas Pendidikan [Disdik] Simalungun Zachson Midian Silalahi menyatakan pengadaan baju seragam motif batik di seluruh sekolah SMP di Simalungun sudah dihentikan. Kata dia seragam yang sudah dijual ke pelajar akan ditarik.

Sebelum menyampaikan pernyataannya itu, Midian mengaku tidak tahu menahu mengenai pengadaan seragam bermotif batik Simalungun itu.

“Iya, aku pun nggak ngerti soal [seragam sekolah SMP] Batik itu” ucapnya saat ditemui di komplek perkantoran Bupati Simalungun, Senin (23/5/2022).

Disinggung apa tindakan yang dilakukan, Midian bilang sudah membuat surat, namun begitupun ia tidak menjelaskan soal surat yang dia buat.

“[Seragam] dihentikan. [Seragam yang telah dijual] Iya ditarik. Tidak berlaku. Sudah ku hentikan menunggu evaluasi, kan itunya,” ucapnya menambahkan.

Baca juga: Puluhan Kepsek SMPN Diperiksa Jaksa Soal Penjualan Seragam Sekolah

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Simalungun melalui bidang intelijen memanggil puluhan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN di Kabupaten Simalungun, Rabu 11 Mei 2022.

Pemeriksaan tersebut sudah memasuki hari kedua sejak pemanggilan yang dimulai Senin 10 Mei 2022.

Kasi Intel Kejari Simalungun Asor Olodaiv menjelaskan lebih dari 20 orang Kepsek telah memenuhi panggilan jaksa.

Pihaknya pun secara marathon melakukan pemeriksaaan untuk mengusut kasus jual beli seragam batik menjadi terang dan jelas.

Disisi lain, sumber menyebut pemanggilan Kepsek terkait pengadaan baju batik seragam sekolah untuk siswa SMP yang dijual seharga Rp 120.000.

Penjualan baju dinilai memberatkan orang tua siswa, apalagi dalam situasi pandemi.

Masih kata sumber, Disdik Simalungun seolah olah mengambil keuntungan dengan pengadaan baju batik tersebut, sebab harga baju di pasaran hanya Rp 35.000 per seragam.

Baca juga: Sejumlah Kepsek SMP Negeri Simalungun Dipanggil Jaksa