HETANEWS.com - Universitas Indonesia (UI) adakan pertemuan dengan Coventry University untuk membahas kerja sama dan kolaborasi yang mungkin dikembangkan antara keduanya. Pertemuan diselenggarakan di Lantai 2 Gedung Rektorat UI pada Kamis (20/5). Hadir pada acara tersebut, Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D.; Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris; Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K); Direktur Kerja Sama UI, Dr. Toto Pranoto, S.E., M.M.; Direktur Riset dan Pengembangan, Dr. Munawar Khalil; Direktur Inovasi dan Science Techno Park, Ahmad Gamal, S.Ars., M.U.P., Ph.D.; Kepala Kantor Urusan Internasional, drg. Baiduri Widanarko, M.KKK, Ph.D.; dan Kepala Biro Humas dan KIP, Dra. Amelita Lusia, M.Si.

Sementara itu, delegasi dari Coventry University adalah Pro-Vice-Chancellor International–Coventry University, Prof. Richard Wells; Regional Managing Director–Coventry University Singapore Hub, Michael Yap; Regional Business Development Manager–Coventry University Singapore Hub, Augviera Bong; serta Regional Business Development Executive–Coventry University Singapore Hub, Jovie Pebrihandono.

Pada kesempatan itu, Prof. Ari memberikan gambaran terkait program pendidikan yang ada di UI. Dalam skema internasional, UI memiliki banyak program belajar, antara lain degree program (program bergelar) yang meliputi sarjana dan pascasarjana, serta non-degree program (program tidak bergelar) berupa pertukaran pelajar selama 6–12 bulan bagi mahasiswa dari universitas mitra.

“Saat ini, UI memiliki 14 fakultas, 2 sekolah pascasarjana, dan 1 program vokasi yang dapat dipilih mahasiswa asing sesuai dengan bidang keilmuan yang diminati. Melalui kerja sama ini, kami juga akan melibatkan mahasiswa, peneliti, dan staf terbaik agar dapat berkolaborasi dalam berbagai riset dan inovasi,” kata Prof. Ari.

UI berharap riset-riset yang saat ini dikembangkan tidak sekadar memberi manfaat akademis, tetapi juga bermanfaat secara global. Oleh karena itu, studi banding yang dilakukan peneliti UI bertujuan memperluas wawasan para peneliti agar hasil riset berdampak baik bagi masyarakat dunia. Untuk mendukung program internasional, yaitu G20, UI juga berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia pada tiga isu strategik global, yaitu kesehatan global, transisi energi, dan transformasi ekonomi digital demi dihasilkannya policy brief yang tepat.

Pro-Vice-Chancellor International–Coventry University, Prof. Richard Wells, pada kesempatan itu menyampaikan, program-program yang dijalankan UI sejalan dengan tujuan Coventry University. Menurut Prof. Richard, Coventry University adalah universitas yang relatif muda, tetapi merupakan yang paling fokus secara global di Inggris. Hal ini dibuktikan dari jumlah mahasiswa internasional yang menempati posisi tertinggi ketiga di Inggris. Prof. Richard menilai keberagaman ini adalah hal yang luar biasa karena berbagai budaya dapat berjalan selaras dan memberikan masukan yang kaya.

Saat ini, Coventry University memiliki cabang di beberapa negara, yaitu Brussels (Europe), Middle East (Dubai), Singapore, dan Africa (Kigali). Mereka juga akan membuka hub serupa di Beijing dan India. “Tujuan dari hub ini adalah memberi kita output dalam pengembangan hubungan antar-universitas. Selain hadir sebagai jalinan budaya antar-bangsa, kerja sama ini juga memungkinkan adanya manfaat dalam hubungan antar-institusi negara,” kata Prof. Richard

Kerja sama yang dibuka antara UI dan Coventry University diharapkan dapat memperluas pendidikan dan riset dunia. Sebagaimana amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI terkait Program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka, UI berkomitmen untuk memperluas pendidikan agar tidak terbatas pada skala nasional, tetapi juga internasional. Saat ini, UI dan Coventry University sudah melakukan kerja sama di bidang akademik dan riset melalui program Indonesia International Student Mobility Awards (IISMA).

Program IISMA merupakan program unggulan MBKM dari Kemendikbudristek yang memberikan kesempatan pada mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan global exposure. Pengalaman yang didapat memberikan dampak positif serta bermanfaat bagi mahasiswa UI untuk lebih berani dalam mengembangkan diri, menunjukkan kemampuan, serta bakatnya.

“Antusiasme mahasiswa UI dalam berpartisipasi pada program IISMA sangat tinggi pada tahun ini, dilihat jumlah pendaftar yang melonjak lima kali lipat dibandingkan pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran serta keinginan mahasiswa UI untuk memperkaya dan meng-upgrade diri agar lebih peka terhadap isu-isu penting dunia dan keinginan untuk berinteraksi dengan masyarakat global semakin meningkat, dalam rangka mempersiapkan diri untuk menjadi global citizen,” ujar Baiduri.

Tahun ini, sebanyak 195 mahasiwa UI lolos seleksi untuk menerima beasiswa IISMA yang merupakan jumlah terbanyak dibandingkan dengan perguruan tinggi lain di Indonesia. UI berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan prestisius ini untuk semakin berperan aktif dalam menghadapi, mengatasi tantangan global, serta berkontributif secara proaktif untuk dunia.