HETANEWS.com - Perkara kasus pembunuhan ibu dan anak di Kabupaten Subang yang terjadi pada 18 Agustus 2021 tahun lalu, hingga kini masih terus berusaha diungkap dan didalami oleh pihak Kepolisian Subang dan Penyidik Polda Jawa Barat (Jabar).

Perkara kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang ini memang hingga kini sudah berjalan 9 bulan lamanya. Namun otak dan pelaku kasus Subang tersebut masih belum terungkap dengan pasti.

Sementara isu yang berkembang di luar sudah mulai liar dan beragam.Untuk memastikan kebenarannya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo, S.I.K., M.Si menyebut pihaknya cukup prihatin, karena sampai sekarang kasus subang ini masih belum terungkap.

"Tetapi jangan kuwatir dari awal kejadian hingga kini penyidik masih terus bekerja keras untuk melakukan pengungkapan kasus Subang," kata Kombes Pol Ibrahim Tompo kepada priangantimurnews.pikiran-rakyat.com di Makopolres Tasikmalaya Kota Jumat 20 Mei 2022.

Kombes Pol Ibrahim Tompo menyebut bahwa penyidik akan melakukan beberapa pemeriksaan terkait dengan alat bukti dan juga saksi saksi yang ada. 

"Untuk mengungkap kasus Subang kita telah membentuk tim khusus. Tim khusus untuk mengungkap kasus Subang, terdiri dari tim penyidik polres dan juga penyidik polda," ujarnya.

Kabid Humas Polda Jabar lbrahim Tompo juga menyampaikan bahwa pihaknya sampai saat ini telah memeriksa kurang lebih sekitar 121 saksi.

Baik saksi yang ada di TKP kasus Subang maupun saksi yang ada keterkaitan dengan kejadian atau mungkin sempat ada keterkaitan dengan saksi yang lain. 

"Kemudian kita juga sudah memeriksa kurang lebih sekitar 216 alat bukti, dari 10 TKP yang mempunyai keterkaitan," kata Ibrahim Tompo. 

"Kita juga sudah melibatkan saksi saksi ahli seperti saksi saksi DNA, satwa, psikologi, dan yang lainnya untuk melakukan dukungan pengungkapan kasus Subang ini," tambahnya.

"Memang sampai sekarang kasusnya belum terungkap, tetapi kita semua berharap kasus Subang ini cepat terungkap karena ini menjadi beban kita dan juga menjadi harapan masyarakat untuk mendapatkan keadilan," tegas Ibrahim Tompo.

Menurutnya, ada beberapa hal yang cukup memprihatinkan untuk saat ini, karena timbul opini-opini terkait adanya isu-isu data-data teknis penyidikan dan penyelidikan pengedar di publik yang akhirnya menjadi opini di publik. 

"Sumber sumber data ini sangat memprihatinkan, karena untuk data data teknis sesuai dengan undang undang kebebasan informasi publik itu tidak bisa dikeluarkan ke publik sehingga polda saya tegaskan tidak pernah memberikan statemen atau data teknis terkait masalah kasus pembunuhan di subang," kata Ibrahim Tompo. 

"Jadi data-data yang tergulir, itu data data yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan ini bersumber dari sumber yang tidak bisa di pertanggungjawaban juga," lanjutnya.

Untuk itu, Ibrahim Tompo juga mengimbau kepada publik dan juga kepada pembuat informasi ini agar tidak mensuplai lagi data-data yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena ini tidak sesuai aturan dan mengganggu penyidikan, juga akan memberikan informasi bohong ke publik.

"Kita berharap agar kita berikan kesempatan kepada penyidik agar bisa mengungkap kasus Subang ini. Harapan kita sama, semoga kasus ini cepat terungkap agar masyarakat mendapatkan keadilan," tegas Ibrahim Tompo.

Baca juga: Kasus Subang Terbaru, Ahmad Taufan Angkat Bicara tentang Pernyataan Kombes Pol Ibrahim Tompo

Sumber: priangantimurnews.pikiran-rakyat.com