HETANEWS.com - Puluhan hektar lahan padi sawah di Sianjur Mula -mula Siantar Marimbun tak berproduksi lantaran irigasi rusak akibat longsor. 

Para petani sudah menyampaikan keluhan ke Dinas Pertanian namun lebih kurang 6 bulan tak ada penyelesaian dari dinas terkait. 

Salah seorang petani, Patar Silalahi, mengatakan ada sekitar 50 hektar lahan persawahan terpaksa mangkrak karena tidak ada pasokan air sejak Desember 2021.

Ia mengatakan petani di Sianjur Mulamula sudah kehilangan mata pencaharian, bahkan ada warga yang menghutang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Sudah banyak hutang kami, karena tidak ada lagi sumber penghidupan. Warga di dusun Sianjur hanya menggantungkan hidup dari sawah selama ini, namun karena tidak bisa menanam padi sejak.Desember 2021 dan terpaksa pinjam uang kemana-mana untuk menyambung hidup keluarga," ujar Patar, Jumat (20/5/2022).

Para petani berunglang kali menyampaikan agar dilakukan perbaikan irigasi yang rusak itu ke Dinas Pertanian, supaya petani dapat kembali menanam padi.

Patar khawatir jika tidak segera diperbaiki penderitaan petani akan berkepanjangan karena tidak bisa menanam padi dan lahan yang ada terancam menjadi lahan tidur.

"Seharusnya kerusakan jaringan irigasi bisa diperbaiki dengan segera melalui penanggulangan bencana alam, tapi kenyataannya sampai sekarang dibiarkan rusak", ujar Patar.

Ketua DPRD Siantar, Timbul M Lingga mendesak instansi terkait dan Pemko Pematangsiantar segera menindaklanjuti keluhan petani di kecamatan Siantar Marimbun.

Ia mengatakan, persoalan tersebut menyangkut kelangsungan hidup banyak orang baik petani yang kehilangan sumber hidup maupun ketahanan pangan.

Baca juga: 7 Ton Daging Babi dari Jakarta Dimusnahkan karena Terinfeksi Virus Ini di Palu