HETANEWS.com - Dalam kasus Subang terbaru, bahwa kuasa hukum Danu, Achmad Taufan angkat bicara tentang pernyataan tertulis melalui washpAap dengan DeskJabar.com baru-baru ini.

Kombes Ibrahim Tompo mengatakan langkah-langkah terbaru kepolisian yang telah dilakukan selama kasus Subang bergulir. Saat ini tim penyidik masih bekerja keras membentuk tim khusus yang terdiri dari Polda Jabar dan Polres Subang.

Agenda selanjutnya dari tim penyidik Polda Jabar akan melakukan pendalaman terhadap beberapa saksi, barang bukti, dan juga dan beberapa TKP dalam kasus Subang ini.

"Polda Jabar tidak pernah mengeluarkan data teknis terkait penyelidikan dan penyidikan dalam kasus Subang," tulisnya.

"Diiimbau kepada beberapa pihak yang melansir informasi terkait hal ini agar menghentikan memberikan info yang tidak faktual dan tidak mendasar," tulis Ibrahim Tompo.

Disebutkannya, hal tersebut bertentangan dengan Undang-undang Kebebasan Informasi publik, dimana termasuk informasi yang dikecualikan.

"Jika ada informasi yang beredar dan termasuk data teknis maka data dan informasi tersebut dari sumber yang tidak bisa dipercaya, dan hal tersebut yang mengganggu jalannya penyelidikan dan penyidikan akan menjadi informasi yang menyesatkan publik," tulisnya lagi.

Karena menurutnya, hal itu akan mengganggu pihak kepolisian yang saat ini sedang bekerja keras untuk mengungkap kasus Subang ini.

"Kita semua berharap semoga kasus ini bisa secepatnya terungkap," tulis Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Kuasa hukum Danu, Achmad Taufan angkat bicara tentang pernyataan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Ahmad Taufan mengatakan apa yang disampaikan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo, menurut kami merupakan bukti keseriusan pihak kepolisian bekerja keras untuk segera mengungkap kasus Pembunuhan yang terjadi di Subang.

Dan apa yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jabar ini sekaligus menjawab isu-isu, atau konten-konten yang selama ini terkesan saling serang beradu argumen di antaranya:

1. Kepolisian sudah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 121

"Ini meyakinkan kita bahwa 121 saksi ini pastinya saksi yang melihat langsung, berhubungan langsung dengan kejadian dan yang melihat langsung kemungkinan saksi-saksi yang melintas di tempat kejadian, sebelum kejadian ataupun saat kejadian," tulis Ahmad Taufan.

2. Terkait statemen Kabid Humas Polda Jabar tentang data teknis.

Disebutkan Ibrahim Tompo, Polda Jabar tidak pernah mengeluarkan data teknis terkait penyelidikan dan penyidikan, karena hal tersebut bertentangan dengan Undang Undang Kebebasan Informasi Publik.

"Statement ini sangat baik dan menegaskan bahwa kepolisian sangat profesional dalam bekerja tidak dapat diintervensi dan dipengaruhi oleh pihak manapun atau berita-berita apapun", tulisannya.

3. Terkait statement Kabid Humas Polda Jabar tentang informasi tidak faktual.

Ibrahim Tompo mengimbau kepada beberapa pihak yang melansir informasi terkait hal ini agar menghentikan memberikan info yang tidak faktual dan tidak mendasar. Ini yang menurut Taufan tidak kalah penting.

"Imbauan ini kami harap dapat menjadi peringatan bagi pihak media atau kreator konten yang kita lihat akhir-akhir ini sering saling tuduh saling serang dan banyak terjadi gesekan masyarakat terkait analisa yang berbeda."

"Di sini kepolisian mengajak seluruh masyarakat bersatu mendukung kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus Subang ini," ujarnya.

Ia mengajak, semua bersatu mengawal kasus ini dengan memberi info-info jika ada yang dinilai bermanfaat bagi penyidik untuk bisa langsung menyampaikan ke kepolisian.

Tidak perlu diperdebatkan di media karena info-info terkait kejadian ini pastinya sangat diakomodasi oleh kepolisian demi terungkapnya kasus Subang ini.

"Terimakasih kepada seluruh masyarakat yang terus mengawal kasus Subang ini, kita doakan agar kepolisian bisa segera menyelesaikan kasus Subang ini dan kita doakan semoga kedua korban husnul khotimah," katanya.

Baca juga: Barbuk Kasus Subang Tak Juga Ditemukan, Ini Bukti Kecanggihan Pembunuh Tuti dan Amel

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com