HETANEWS.com - Dua hari jelang kasus Subang tepat berusia 9 bulan pada 18 Mei 2022, polisi belum juga mampu mengungkao siapa pelakunya.

Bahkan, tak banyak keterangan terbaru terkait barang bukti kasus Subang yang menewaskan Tuti (55) dan Amel (23), yang ditemukan tim penyidik.

Belum juga ditemukan barbuk di kasus Subang, menjadi salah satu bukti kecanggihan pembunuh Tuti dan Amel.

Bahkan dari keterangan seorang supranatural, barbuk kasus Subang sulit terungkap karena ternyata pelaku atau pembunuh Tuti dan Amel, melakukan hal yang membuat tim penyidik kesulitan mendapatkan barang bukti.

Seperti diketahui dari hasil olah TKP pertama hingga hasil uji labolatirium forensik telah menyatakan bahwa puluhan jejak sidik jari dan DNA yang ditemukan di sekitar TKP kasus Subang.

Namun, dengan sebegitu banyak petunjuk yang ditemukan, hal itu belum banyak membantu untuk mengungkap siapa pelaku pembunuh Tuti dan Amel di kasus Subang yang terjadi pada 18 Agustus 2021.

Ada sejumlah barang milik almarhumah korban, salah satunya milik Amel, yang sampai saat ini belum diketahui keberadaanya. Padahal, barang itu akan menjadi barbuk yang cukup penting untuk mengungkap kasus Subang.

Salah satunya yang sampai saat ini belum juga ditemukan adalah 3 HP milik almarhumah Amel yang hulang sejak terjadinya kasus Subang, dan sampai saat ini belum juga ditemukan.

Karena alasan itu pula yang akhirnya kita berkesimpulan jangan-jangan di ketiga HP milik Amel tersebut, ada data penting yang akan menjadi petunjuk penting untuk mengungkap kasus Subang.

Bukti kecanggihan pelaku

YouTuber yang juga opmerhati kasus Subang, Anjas, melalui kanal YouTube Anjas di Thailand dengan judul “SUDAH TERANG, LOGIKA KASUS SUBANG!! TSK BUKAN ORG ASING??” yang tayang pada Kamis 10 Februari 2022, memaparkan tentang bukti kecanggihan pelaku.

Menurut Anjas, salah satu yang menjadi kendala dalam pengungkapan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang ini adalah hilangnya 3 HP milik almarhum Amel.

Salah satu bukti kecanggihan para pelaku kasus Subang itu adalah, tim penyidik tidak menemukan jejak sinyal BTS HP di TKP saat eksekusi berlangsung.

Jadi, menurut Anjas, para pelaku telah mempersiapkan diri dengan baik dan datang ke TKP kasus Subang tidak membawa HP.

Bukti kecanggihan lain dari para pelaku adalah, berbagai upaya sudah dilakukan tim penyudik dalam mengungkap kasus Subang, seperti sidik jari, DNA, tes kesehatan, tes kebohongan, dan pemeriksaan atas bukti-bukti seperti bercak darah di pakaian Yosef.

Namun, saat Polda Jabar merilis sketsa terduga kasus Subang pada 29 Desember 2021, mereka menyatakan kesulitan untuk menemukan alat bukti yang bisa mengarahkan kepada tersangka kasus Subang.

“Jadi percikan darah, sidik jari, DNA, apakah hanya kebetulan atau ada upaya-upaya framing dari pelaku sebenarnya, atau itu bagian dari strategi pelaku,” ujar Anjas

Hingga Februari 2022, kasus pembunuh ibu dan anak di Subang dengan korban Tuti Suhartini (55) dan Amel (23) belum juga menemukan titik terang. Inilah salah satu bukti kecanggihan para pelaku.

Bukti kecanggihan pelaku untuk menghilangkan barbuk, juga terungkap dalam kanal YouTube Sebelum Pukul Tiga dengan judul “Keberadaan BarBuk untuk Kasus Jalan Cagak Subang (Petunjuk Gaib Metafisika)” yang tayang pada 13 Mei 2022.

Praktisi supranatural, Bang Cecep menjekaskan, berdasarkan petunjuk dari mahluk ekstra dimensional atau jin. Petunjuk ini berdasaran jejak bau darah dari bibir dalam Amelia.

Dari pengakuan Bang Cecep, ternyata penghilangan barbuk baik itu yang menyangkut barang-barang milik almarhum Amel, maupun barang milik para pelaku, dilakukan di berbagai tempat, hingga ke Banten.

Menurut bang Cecep, baju kotak-kotak milik almarhum Amel, di bakar di sebuah lahan di wilayah Cimahi.

Sementara itu, benda seperti logam, dikubur oleh pelaku di sebuah jurang yang di atasnya ada kolam air panas. Benda tersebut dikubur dengan ditutupi tumpukan seperti balok atau kayu bakar.

Kemudian ada perangkat HP milik Amel, yang sudah dibakar oleh pelaku kemudian sisa pembakarannya di buang di tengah danau yang di sekitarnya ada perkembuan the yakni Situ Patengan, Ciwidey.

Selanjutnya, sepatu ket hitam lis biru milik pelaku kasus Subang dibakar dan sisa pembakaran sepatu di buang sekitar 7 kilometer sebelah kiri TKP Ciseuti.

Ada bungkusan spon cuci piring handuk kecil berlumuran darah, gayung berwarna hijau dibungkus plastic kresek di ibuang di TPA dimana di depannya ada pabrik karet yang tidak terurus.

Terakhir, seperti perangkat elektronik juga dilarung ke laut letaknya di Banten, padahal saat itu banyak orang. Di buang di atas tembing ke laut.

Itulah sejumlah bukti barbuk kasus Subang tak juga terungkap dan menjadi bukti kecangihan pelaku pembunuh Tuti dan Amel di kasus Subang. 

Baca juga: Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan di Subang, Polisi Temukan Bukti Penting

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com