SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Edo Utomo Lumbangaol (30), pria pengangguran karena tak memiliki pekerjaan tetap didakwa melakukan penganiayaan. Setidaknya ada 4 korban yang dianiaya terdakwa.

Agenda persidangan, Selasa (17/5/2022) mendengarkan keterangan saksi-saksi. Imel Yanti Ginting, Lismawati Tumanggor, Rita Silaban dan Sinta Eni Monika.

Penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu, 6 Februari 2022 sekira pukul 17.00 wib di Barak Cinta Huta Tolu Kelurahan Marihat Bukit Kecamatan Gunung Malela Simalungun.

Edo, warga Huta I Nagori Sahkuda Bayu Kecamatan Gunung Malela menjalin hubungan asmara dengan saksi korban Imel yang bekerja melayani tamu minum dan karaoke di Barak Cinta milik saksi Lismawati Tumanggor.

Ketika korban sedang bekerja, terdakwa cemburu apalagi sebelumnya, terjadi pertengkaran antara Edo dan Imel.

Terdakwa memukul Imel saat melayani tamu dan mengadu kepada pemilik Barak. Ketika ditegur, terdakwa juga memukul pemilik Barak dan juga anaknya Sinta Eni Monika.

Turut dianiaya saksi Rita Silaban yang berusaha melerai terdakwa dengan korban.

Rita Silaban merupakan relawan di KDS (Kelompok Dukungan Sebaya Simalungun Support) yang bergerak di bidang pencegahan IMS dan HIV AIDS dan sering berkunjung ke barak-barak yang ada di lokalisasi Bukit Maraja untuk mensosialisasikan bahaya HIV AIDS.

Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban Imel, Sinta, Rita dan Lismawati mengalami luka sesuai Visum Et Repertum Nomor: 744/2972/440/2022, Surat Visum Et Repertum Nomor: 744/2973/440/2022 dan Surat Visum Et Repertum Nomor: 744/2971/440/2022 tanggal 17 Pebruari 2022 dari Rumah Sakit Umum Daerah Tuan Rondahaim Pamatangraya yang diperiksa dan ditandatangani oleh dr. Indrawanto Girsang atas nama para korban.

Jaksa Firmansyah menjerat terdakwa melanggar pasal 351 (1) KUHPidana, dengan ancaman hukuman paling lama 2 tahun 8 bulan.

Atas keterangan saksi-saksi, terdakwa membenarkannya dan tidak keberatan. Untuk pembacaan tuntutan, persidangan dipimpin hakim Mince Ginting dinyatakan ditunda hingga Selasa (22/5/2022) mendatang.