HETANEWS.com - Anggota DPRD Sumut Zainuddin Purba membuat postingan di akun Facebooknya yang diduga menghina wartawan.

Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut, Ilhamsyah angkat bicara terkait hal itu. Ia mengaku telah sudah memberikan teguran kepada Zainuddin.

"Secara pribadi saya sudah saya tegur dia, sudah kami ingatkan, kami peringati jangan lakukan hal yang sama, minta maaf dia," katanya, Selasa (17/5/2022).

Ilham mengaku bahwa Zainuddin adalah kader Partai Golkar Sumut. Namun demikian, apa yang dilakukannya tidak ada kaitannya dengan partai.

"Kami akui dia kader partai. Perihal postingannya di media sosial itu urusan pribadi," ujarnya.

Diberitakan, dalam postingan di akun Facebook @Zainuddin Purban, ia menulis bahwa wartawan penjilat bandar narkoba.

"Para wartawan yang menaikan berita Agung Ramadhan, Ketua PSI Kota Binjai, pasti kelompok penjilat bandar narkoba. Aku kenal mereka semua," tulisnya.

Tak berapa lama diunggah, postingan itu dihapus. Namun postingan itu telah beredar. Ia kembali membuat postingan dengan menulis bahwa wartawan yang dimaksud adalah yang berkolaborasi dengan bandar narkoba.

"Wartawan yang saya maksud di-post saya adalah wartawan Binjai yang berkolaborasi dengan bandar narkoba. Tidak dengan rekan-rekan wartawan diluar Binjai," tulisnya.

Dalam postingan lainnya, Zainuddin kemudian meminta maaf. Dirinya mengaku tidak ada bermaksud menghina.

"Mohon maaf kepada rekan-rekan wartawan luar Kota Binjai, apabila ada kesalahan dan penghinaan dalam tulisan akun FB saya. Tulisan tersebut, maksud hati dan tujuan hanya kepada oknum wartawan Binjai, yang saya kenal dan saya ketahui bekerjasama dengan para bandar narkoba," tulisnya.

"Sekali lagi saya mohon maaf kepada rekan-rekan wartawan di luar Kota Binjai, khususnya juga yang tidak bekerjasama dengan para bandar narkoba, dan saya selalu menyadari bahwa rekan-rekan wartawan sangat banyak membantu dalam tugas tugas kami," sambungnya.

"Namun karena saya ketahui banyak oknum wartawan Binjai, yang berkolaborasi dgn para bandar narkoba, dalam tulisan tersebut saya terbawa emosi, sehingga maksud dan tujuan secara spesifik kepada wartawan Binjai yang bekerjasama dgn para bandar narkoba, menjadi salah dalam tujuannya," tukasnya.

sumber: suara.com