MEDAN, HETANEWS.com - Kodam I/BB menjelaskan bahwa tidak ada oknum TNI aktif yang turut bersama warga memukuli seorang pria di warung tuak, Jalan Pembangunan, Gang Sejahtera, Kecamatan Medan Helvetia. Kodam mengatakan pria dalam video merupakan pensiunan.

"Untuk terkait peristiwa pemukulan pria di warung tuak tidak ada dari TNI aktif. Tapi itu pensiunan dengan sipil," kata Kapendam Kodam I/BB Kolonel Inf Donald Erickson Silitonga melalui saluran telepon, Minggu (15/5/2022).

"Berdasarkan bukti lapor ke Polrestabes Medan, pelaku ada 4 orang. 3 orang sipil (inisial NH, PB, dan PB) dan salah satunya pensiun Zidam I/BB inisial YH," tambahnya.

Ia pun menjelaskan pihaknya tidak akan memberikan sanksi terhadap pensiunan bila kejadian tersebut benar terjadi. Sebab, bila sudah pensiunan maka serupa sipil.

"Kalau sudah pensiun berarti sudah sipil," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, video diduga oknum TNI bersama warga sipil memukuli seorang pria viral di media sosial. Kejadiannya terjadi di warung tuak, Jalan Pembangunan, Gang Sejahtera, Kecamatan Medan Helvetia.

Video viral tersebut berdurasi 25 detik. Terlihat ada warga mengangkat pria baju putih dengan wajah yang sudah lebam membiru. Tampak ada 5 warga yang mengangkat pria baju putih tersebut. Di dalam video, warga mengatakan anggota TNI menyiksa masyarakat kecil.

"Ini lah disiksa sama tentara. Ini lah sampai hancur masyarakat kecil. Kami hanya datang untuk membantu karena dia ini tidak mampu. Kami bawa ke rumah sakit, kritis dipukuli," kata suara dalam video.

Dalam video dijelaskan korban penganiayaan itu adalah Edward Maruli Tua Hutapea. Edward mendapatkan luka parah, yakni patah tulang rahang, tulang tengkorak, dan pendarahan dari telinga.

Atas kejadian tersebut, pihak Polsek Helvetia telah coba untuk melihat ke lokasi kejadian untuk memastikan.

"Untuk kejadiannya benar. Korban membuat laporan ke Polrestabes Medan. Peristiwanya serupa dengan video yang tersebar, perkara mabuk," kata Kanit Reskrim Polsek Helvetia, Iptu Theo kepada detikSumut, Sabtu (14/5/2022).

Terkait dengan keterlibatan oknum TNI ia belum dapat memastikan. Sementara itu di lain pihak, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa juga membenarkan peristiwa tersebut.

"Iya, laporan kami terima pada 12 Mei dan sudah kita tangani. Korban masih dalam perawatan. Kami sudah laksanakan olah TKP. Kami upayakan secepatnya kami tuntaskan. Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut masih kita selidiki," tutupnya.

Sumber: detik.com