HETANEWS.com - Sebuah video yang menunjukkan aksi pengeroyokan terhadap seorang pria viral di media sosial (medsos). Peristiwa disebut terjadi di salah satu warung tuak di Kecamatan Medan Helvetia.

Dilihat SuaraSumut.id, Sabtu (14/5/2022), terlihat sejumlah warga menggotong korban yang terkapar usai dihajar. Perekam video menyebut korban mengalami luka parah akibat dikeroyok.

"Ini lah disiksa sama tentara, sampai hancur masyarakat kecil. Kami hanya datang untuk membantu membawakan ke rumah sakit," katanya.

Dalam narasinya disebut korban mengalami patah tulang rahang, tulang tengkorak parah dan pendarahan di telinga. Selain diduga oknum TNI, perekam video meyebut aksi itu juga dilakukan oleh tiga warga sipil.

Peristiwa terjadi karena korban datang hendak meminum tuak, namun salah seorang pelaku yang tidak terima lalu mengusir korban. Hal itu memicu keributan hingga berujung pengeroyokan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa dikonfirmasi SuaraSumut.id, membenarkan kejadian itu.

"Laporannya sudah kita terima dan saat ini sedang dalam penyelidikan," katanya, Sabtu (14/5/2022).

Fathir mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah salah seorang pelaku merupakan oknum TNI.

"Kita selidiki keterlibatan warga sipil saja, dalam perkara tersebut," tukasnya.

Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Inf Donald Erickson mengaku masih akan mengecek laporan kasus penganiyaan yang diduga melibatkan oknum TNI.

Sumber: suara.com