HETANEWS.com - Terungkap di kasus Subang, pelaku manfaatkan kelemahan penyidik dalam mengungkap kasus subang. Sementara itu Polda Jabar segera mengumumkan tersangka kasus pembunuh ibu dan anak di Subang Jawa Barat.

Kasus pembunuh ibu dan anak di Subang Jawa Barat sudah memasuki bulan ke 10 atau sudah lebih 9 bulan sejak peristiwa kejadian di tanggal 18 Agustus 2021.

Namun siapa pelaku pembunuh Tuti Suhartini (ibu) dan Amelia Mustika Ratu alias Amel (anak) di Subang Jawa Barat itu masih belum juga terungkap.

Lalu benarkah pelaku pembunuh Tuti Suhartini (ibu) dan Amel (anak) di Subang Jawa Barat memanfaatkan kelemahan penyidik.

Karena sejak awal kasus pembunuh Tuti Suhartini (ibu) dan Amel (anak) di Subang terjadi, sudah terlihat ada titik-titik kelemahan yang dilakukan tim penyidik.

Termasuk adanya cerita Banpol di kasus pembunuh Tuti Suhartini (ibu) dan Amel (anak) di kasus Subang ikut dimanfaatkan oleh pelaku.

Anjas Asmara Dosen di Thailand yang terus mengawal kasus Subang memberikan analis adanya dugaan pelaku memanfaatkan kelemahan penyidik termasuk Banpol.

Dalam YouTube Anjas di Thailand dengan judul " YOSEF: DANU PEMBOHONGAN BESAR DAN TUTUPI KEBENARAN!! Eps. 247" yang tayang pada 11 Mei 2022 menjelaskan hal tersebut.

Kata Anjas, Banpol itu ada dan memang melakukan kesalahan. Tetapi kesalahan yang dilakukan Banpol bukan yang berhubungan dengan kasusnya.

Dijelaskan Anjas, Ada cerita di mana Danu mengklaim diminta membantu Banpol untuk membersihkan kamar mandi. Dan itu terjadi di tanggal 19 Agustus 2021.

Kata Anjas bisa saja itu karena kemalasan dari oknum Banpol. Sebut saja waktu itu konteksnya sedang PPKM setelah merayakan hari kemerdekaan.

"Makanya dia agak malas malas, karena jijik makanya nyuruh Daua aja," kata Anjas.

Mengenai Danu yang diminta masuk ke mobil Alphard yang menjadi tempat menyimpan kedua korban, ini juga sama karena kemalasan dari oknum Banpol tersebut. Menurut Anjas berdasarkan rekaman yang dikirim pak kades kepadanya, terlihat bagaimana Danu ikut membantu Banpol.

Pada saat malam hari setelah selesai proses identifikasi di tanggal 18 Agustus 2021 tidak ada orang. Memang diperintahkan oleh atasannya Banpol tersebut untuk memarkirkan mobil Alphard dari TKP ke kantor kepolisian terdekat.

Karena Banpol tersebut takut sendirian, makanya dia mengajak seseorang. Dan di sana ada Danu. Dan masuklah Danu ke situ atau ke mobil Alphard.

"Ini adalah satu kelemahan menurut aku, dan apa yang disampaikan masih dugaan," kata Anjas.

Karena kata Anjas yang berhak mengatakan hal ini, sudah pasti otoritasnya ada di penyidik polda jabar. Karena belum dilimpahkan ke kejaksaan.

Anjas melihat ada kelemahan yang dilakukan penyidik dalam mengungkap kasus pembunuh Tuti Suhartini (ibu) dan Amel (anak) di Subang Jawa Barat.

Di mana ada SOP yang tidak dijalankan dan tidak begitu cakap dalam menyelesaikan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang Jawa Barat. Jika memang ada SOP yang tidak dijalankan dan ada kesalahan dalam mengungkap kasus Subang, mestinya penyidik minta maaf.

"Bukan berarti merendahkan, tetapi menurut aku, kalau SOP salah ya seharusnya, berjiwa besar diakui memang salah," kata Anjas.

Daripada dibiarkan begitu saja, apalagi kalau ternyata isu kelemahan tersebut yang tidak ada hubungannya sama kejadiannya, dipake sama sebagian orang untuk melakukan framing framing pelaku sebenarnya. Ini justru mengorbankan.

"Ya menurut aku orang mengakui kesalahan itu jiwa besar," kata Anjas.

Banpol itu bukan isu yang fundamental, dia terlibat dalam kasus ini. Karena berhubungan dengan identifikasi. Tapi ada dugaan oknum Banpol ini, melakukan kesalahan yang tidak sesuai dengan SOP karena mungkin kemalasan, menganggap remeh dan sebagainya.

Tapi justru isu ini dipake oleh orang-orang tertentu yang kemungkinan besar dia bagian dari pelakunya untuk menyelamatkan diri. Dan ternyata, strategi ini berhasil, buktinya sampai 9 bulan lebih, kasus pembunuh ibu dan anak di Subang belum terungkap.

"Karena mereka tahu banget kelemahan kelemahan penyidik dipakai, di blow up untuk menyelamatkan mereka. Itu adalah opiniku," kata Anjas.

Anjas berharap ada progres yang disampaikan oleh penyidik mengenai kasus pembunuh ibu dan anak di Subang Jawa Barat yang disampaikan kepada masyarakat.

Sementara itu Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Suntana sebelumnya mengatakan jika kasus pembunuh ibu dan anak di Subang segera diumumkan.

Hasil penyelidikan yang dilakukan tim penyidik di Direktorat Reserse kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar sudah mengarah kepada tersangka.

Pihak polda Jabar segera menetapkan tersangka dan mengumumkan kepada masyarakat karena sudah mengarah kepada tersangkanya.

Sejauh ini pihak kepolisian sudah mengumpulkan bukti bukti yang akan mengungkap pelaku pembunuh Tuti Suhartini dan Amelia Mustika Ratu di kasus Subang.

Tim penyidik polda Jabar sudah memeriksa 121 saksi dan meneliti 216 alat bukti serta 10 tempat kejadian perkara. Diharapkan kasus pembunuh ibu dan anak di Subang Jawa Barat bisa segera terungkap dan pelakunya menerima ganjaran yang setimpal.

Sumber: deskjabar.pikiran-rakyat.com