MEDAN, HETANEWS.com - Demi mewujudkan Sumatera Utara (Sumut) yang Bermartabat diperlukan peran seluruh pihak dari berbagai bidang.

Salah satunya peran guru besar sesuai dengan bidangnya masing-masing. Untuk itu, guru besar diharapkan semakin banyak jumlahnya di Sumut, khususnya Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat Kaiman Turnip pada acara Halalbihalal Keluarga Besar UIN Sumut di Gelanggang Mahasiswa UIN, Jalan Sutomo, Medan, Rabu (11/5).

“Mudah-mudahan UIN Sumut semakin maju, guru besarnya semakin banyak, sehingga Sumut nanti akan menjadi Sumut yang bermartabat,” katanya.

Menurutnya, UIN merupakan corong keislaman di Sumut, yang diharapkan terus berkontribusi di masyarakat. Sehingga keilmuan keislaman dapat terus semakin bertambah di Sumut.

Disampaikan juga, Halalbihalal merupakan momentum bagi setiap orang untuk bersilaturahmi dan saling bermaafan. Karena, selain ibadah atau berhubungan dengan Allah SWT, hubungan dengan manusia juga harus tetap dijaga. Salah satu caranya adalah dengan silaturahmi dan bermaaf-maafan.

“Habluminallah sudah kita lakukan, sekarang habluminannas akan kita lakukan, tidak ada yang lebih indah dari saling berjabat tangan, hindari dendam antara kita,” ungkapnya.

Rektor UIN Sumut Syahrin Harahap menyampaikan pada tahun 2022 Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan perguruan tinggi Islam seluruh Indonesia akan menambah 50 guru besar. UIN Sumut sendiri sudah memiliki lima nama yang telah disetujui untuk menjadi guru besar.

“Dan tinggal menunggu ketetapannya, menerima guru besar itu menggetarkan bumi, karena guru besar itu jadi imam dalam bidang ilmu yang ia geluti,” ucap Syahrin.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan tepung tawar kepada para calon jemaah haji yang berasal dari kalangan pegawai UIN Sumut.

Tepung tawar diberikan oleh Staf Ahli Gubernur Kaiman Turnip, Rektor UIN Sumut Syahrin Harahap dan beserta pejabat UIN Sumut lainnya. Calon haji yang ditepung tawari berjumlah delapan orang, yang akan berangkat pada tahun ini.