SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Kejaksaan Negeri Simalungun melalui bidang intelijen terus melakukan pemanggilan kepada sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN di Kabupaten Simalungun.

Pantauan Hetanews.com Rabu (11/5/2022) siang, tim intelijen masih melanjutkan pemeriksaan lanjut terhadap puluhan Kepsek.

Pemeriksaan tersebut sudah memasuki hari kedua,  sejak pemanggilan yang dimulai Senin 10 Mei 2022. Direncanakan seluruh Kepsek SMP Negeri di Kabupaten Simalungunakan dipanggil terkait penjualan baju seragam motif batik kepada seluruh siswa SMPdi Simalungun.

Kasi Intel Kejari Simalungun Asor Olodaiv yang dikonfirmasi siang itu mengatakan, pemeriksaan belum dapat diinformasikan ke publik karena masih tahap konfirmasi atas laporan pengaduan yang masuk ke Kejari Simalungun. Ia menjelaskan lebih dari 20 orang Kepsek telah memenuhi panggilan jaksa.

Pihaknya pun secara marathon melakukan pemeriksaaan untuk mengusut kasus ini menjadi terang dan jelas.

Pantauan di lokasi, beberapa Kepsek yang memenuhi panggilan jaksa terlihat resah. Apalagi mereka hadir sejak pagi pukul 09.00 WIB dan pemeriksaan berlanjut hingga istirahat siang. 

Penjualan baju seragam sekolah

Sumber menyebut, pemanggilan kepada seluruh Kepsek terkait pengadaan baju batik seragam sekolah untuk siswa yang dijual seharga Rp 120.000.

Penjualan baju dinilai memberatkan orangtua siswa, apalagi dalam situasi pandemi.

Masih kata sumber, pihak Dinas Pendidikan Simalungun seolah olah mengambil keuntungan dengan pengadaan baju batik tersebut, sebab harga baju dipasaran hanya Rp 35.000/potong.

Pengadaan baju seragam bagi SMP di Simalungun ini telah menjadi bahan pembicaraan khususnya bagi orangtua siswa yang terdampak ekonomi. 

Baca juga: Sejumlah Kepsek SMP Negeri Simalungun Dipanggil Jaksa