HETANEWS.com -  Polda Yogyakarta menyatakan  pelaku penikaman terhadap David Siallagan (22) dan temanya inisial TIP (29) berhasil diamankan dalam waktu 36 jam, bukan menyerahkan diri. Terduga pelaku berjumlah 1 orang yakni inisial YF ditangkap pada Senin 9 Mei 2022 pukul 15.00 WIB. 

“Pelaku kita amankan Babarsari kemudian dibawa ke Polda DIY kemarin sore dan kemudian dilakukan pemeriksaan. Sebenarnya saat ini masih sedang dilakukan pemeriksaan, tetapi kami perlu menyampaikan kepada teman teman media dan juga keluarga korban,” kata Kabid Humas Polda Yogyakarta Kombes Pol Yulianto dalam konferensi pers dilansir dari YouTube Polda Yogya Selasa (10/5/2022).

“Kalau pelaku menyerahkan diri berarti datang ke Polda. Jadi kalau ada kemarin yang buat berita pelaku menyerahkan diri itu tidak benar. Pelaku diamankan di Babarsari, kemudian petugas kami membawa pelaku dengan mulus ke Polda DIY,” ujar Yulianto menjawab pertanyaan wartawan.

Ditreskrimsus Polda Yogyakarta Kombes Pol Ade Ary Syam mengatakan, pihaknya juga menyita barang bukti benda tajam dari pelaku. Pihaknya, kata dia, sejauh ini menyatakan terduga pelaku hanya 1 orang yakni inisial YF yang melakukan penusukan hingga menyebabkan dua orang terluka dan meninggal dunia. 

“Terhadap pelaku YF kami jerat pasal berlapis, yang pertama pasal tentang pembunuhan 338 KUHP dengan pidana maksimal 15 tahun kemudian subsider pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman maksimal 7 tahun,” katanya.

Baca juga: Jenazah David Siallagan Tiba di Rumah Duka, Keluarga Berharap Polisi Ungkap Motif Pelaku

Dilansir dari Suryayogya.com, terduga pelaku penikaman disebut menyerahkan diri ke kantor polisi daerah [Polda] Yogyakarta. 

Terduga pelaku didampingi oleh rekannya dan Tim Kuasa Hukum dari Melanesia Law Office datang pada Senin (9/5/2022) sekitar pukul 17.00 WIB.  

Terduga pelaku didampingi para rekannya dari yang Maluku Tenggara Kepulauan Kei. 

Adapun kedatangan mereka untuk mengantar terduga pelaku agar mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami sangat mendukung agar perbuatan ini dipertanggungjawabkan secara hukum,” kata Kece didampingi dan Dani.

“Kejadian yang dilakukan adalah oknum yang bersifat membela diri, saat ini semua pihak fokus pada proses hukum yang berlaku dan mari bersama menjaga Yogyakarta yang damai,” katanya menambahkan.

Sebelumnya terjadi peristiwa yang menewaskan dua korban jiwa di Simpang Empat Jalan Selokan Mataram Seturan Caturtunggal Depok Sleman Yogyakarta pada Minggu 08/5/2022 sekitar pukul 01.00.

Baca juga: Terduga Pelaku Menyerahkan Diri Didampingi Rekan dan Tim Kuasa Hukum