JAKARTA, HETANEWS.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim perusahaan asal Amerika Serikat, Tesla Motors, puass dengan potensi Nikel di Indonesia. Luhut menyatakan bahwa hari ini dia menjamu tim dari perusahaan otomotif listrik itu di kantornya.

"Sekarang timnya Tesla ada di kantor saya sedang bicara, tadi makan siang, nanti makan malam," ujar Luhut dalam konferensi pers secara daring pada Senin, 9 Mei 2022.

Luhut menyatakan berencana membawa tim Tesla itu ke Morowali, Sulawesi Tengah. Kabupaten tersebut memiliki tambang nikel terbesar di Indonesia. Nikel merupakan bahan baku baterai untuk kendaraan listrik seperti mobil yang dikembangkan Tesla.

"Tadi mereka sangat puas dengan data yang mereka dapat sampai hari ini," kata Luhut.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Luhut ke markas Tesla, SpaceX, California, Amerika Serikat, pada 26 April lalu. Saat itu, Luhut mengklaim pertemuan tersebut membuat CEO Tesla, Elon Musk, tertarik pada potensi berinvestasi di industri nikel Indonesia.

Luhut mengatakan, Elon Musk menganggap industri nikel Indonesia sangat menjanjikan dapat memasok bahan baku baterai mobil listrik.

"Paling melegakan bagi saya adalah saat Elon menyampaikan alasan ketertarikannya kepada kerja sama kali ini, yaitu karena paparan saya tentang potensi besar industri nikel di Indonesia yang mengubah persepsinya,” tuturnya.

Luhut mengatakan, asisten Elon menyampaikan bahwa bosnya sangat antusias ingin bertemu. Menteri Luhut senang dengan reaksi Elon yang berbeda karena sebelumnya bos Tesla tersebut cukup “kaku” melihat kebijakan industri kendaraan elektrik, dan pengolahan nikel di Indonesia.

Kabar bahwa Tesla akan berinvestasi membangun pabrik kendaraan listrik di Indonesia memang telah menggema sejak tahun lalu. Luhut Binsar Pandjaitan saat itu bahkan sangat yakin mereka akan mampu menarik salah satu pemain kendaraan listrik terbaik di dunia itu ke tanah air.

Namun belakangan mereka justru membangun pabrik mobil listrik di India. Tesla disebut hanya tertarik membangun pabrik baterai untuk kendaraan listriknya di Indonesia. Akan tetapi kabar lain menyatakan bahwa mereka juga siap membangun pabrik baterai di Cina.

Sumber: tempo.co