SIANTAR, HETANEWS.com - Cherry Suryanata (46) warga Tanjung Pinggir Siantar Martoba dan Elnusa Butar Butar als Ucok (40) warga Jalan Jawa Kelurahan Bantan dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika Jo pasal 55 (1) ke-1 KUHP.

Terdakwa Chery divonis 6,6 tahun dan Ucok divonis 6 tahun disidang Pengadilan Negeri Pematangsiantar, Rabu (27/4/2022).

Dengan denda yang sama masing masing Rp.2 milyar. Jika denda tidak dibayar diganti pidana penjara selama 3 bulan.

Sebelumnya, kedua terdakwa masing masing dituntut 7,6 tahun denda Rp.2.640.000.000 milyar subsider 6 bulan penjara oleh jaksa Ester Hutauruk.

Atas vonis tersebut, terdakwa merasa keberatan dan menyatakan banding. Hal itu disampaikan terdakwa dalam persidangan siang itu dipimpin majelis hakim diketuai Afirizal Hady.

"Banding, pak," kata terdakwa didampingi pengacara Tommy Saragih saat ditanya tanggapannya terkait putusan tersebut.

Menurut hakim, kedua terdakwa telah terbukti menerima ataupun menjadi perantara dalam jual beli narkotika jenis sabu.

Saat dilakukan penggrebekan di rumah Chery pada 8 Nopember 2021 sekira pukul 12.00 wib di Jalan Tuan Rondahaim Saragih Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba.

Saksi Hotman Aritonang, PL Sormin, Alex Sidabutar selaku petugas kepolisian dari polres Pematangsiantar melakukan penangkapan terhadap terdakwa berdasarkan informasi masyarakat jika terdakwa-terdakwa melakukan transaksi jual beli narkotika jenis shabu.

 Dari hasil penggeledahan disita 1 kotak rokok Surya yang didalamnya ada 4 paket narkotika jenis shabu seberat 1,46 gram dan 1 buah plastic yang berisi 20 buah plastic klip kosong dari dalam bak kamar mandi. Juga 2 unit timbangan digital di atas lantai kamar tidur. Hape Samsung dan uang Rp 100 ribu.

Menurut pengakuan terdakwa-terdakwa memperoleh narkotika jenis shabu dari ARI (belum tertangkap) untuk dijual dan mendapat upah 1 paket narkotika jenis shabu.