HETANEWS.com - Warga Desa Sukamaju, Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, seolah tak tahu lagi harus berbuat apa dan memohon kepada siapa. Itu terkait kabar dugaan pencaplokan lahan mereka oleh PT Bibit Unggul Karobiotik (PT. BUK) yang selama ini bersengketa di atas lahan di kawasan Siosar Kabupaten Karo.

Selain itu, para warga ini kabarnya juga kerap mendapat intimidasi. Tak tahu lagi harus meminta perlindungan hukum kepada siapa, seorang emak-emak menangis dan memohon kepada Presiden Jokowi. Videonya pun viral di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @andreli_48.

"Warung masyarakat dirusak dan areal pertanian masyarakat di Desa Sukamaju dipagari oleh preman yang diduga suruhan PT BUK," tulis keterangan unggahan.

Dalam video itu terlihat bagaimana seorang emak-emak berada di area lahan warga Desa Sukamaju yang diduga dicaplok PT. BUK. Tampak area itu telah dipagari menggunakan seng. Sementara beberapa warga yang kesal terlihat menghancurkan dan merobohkannya.

Sengaja direkam, perempuan itu meluapkan jerit tangis terkait apa yang menimpa warga Desa Sukamaju, Sumut. Lahan mereka yang bertahun-tahun menjadi tempat mencari rezeki kini diduga dicaplok oleh PT. BUK. Bahkan, mereka sudah memperjuangkannya sejak 2016 silam.

"Bapak Kapolri, Bapak Pangab, lihatlah penduduk Sukamaju ini, Bapak! Tolonglah kami, Bapak! Kami sudah tidak tahu ke mana harus memohon dan meminta bantuan. Lihatlah semuanya ini. Tolongggg, kami, Bapak!" jerit perempuan itu dalam rekaman video.

Karap mendapat intimidasi, mewakili warga Desa Sukamaju, perempuan itu meminta perlindungan hukum dan meminta agar lahan mereka dibebaskan. Tidak hanya kepada kepolisian, namun juga permohonan itu dilayangkan kepada Presiden Jokowi.

"Mohon bantu kami penduduk Sukamaju ini. Mereka sudah semena-mena, Bapak. Tolong kami Bapak Kapolri, Pangab TNI AD, tolong kami Bapak Jokowi. Mereka sudah memagar tempat kami mencari nafkah. Tolong, kami Bapak!" lanjutnya sembari bersujud di tanah.

Video itupun viral di media sosial. Banyak warganet merasa turut prihatin dengan sengketa lahan yang menimpa warga Desa Sukamaju, Sumut. Mereka pun memberikan beragam komentar terkait video tersebut.

sumber: kumparan.com