HETANEWS.com - Bupati Madina H Muhammad Jafar Sukhairi Nasution meminta pemerintah pusat untuk mengkaji ulang keberadaan PT SMGP.

"Kita berharap jika memang ini berulang terus, tentu pemerintah pusat perlu melakukan pengkajian ulang. Apakah kegiatan ini dihentikan atau bagaimana. Bola ada ditangan pemerintah pusat," katanya, Minggu (24/4/2022).

Jafar sangat menyayangkan bahwa peristiwa tersebut kembali terjadi.

"Kita sayangkan peristiwa ini terulang kembali. Tentu kejadian ini mengejutkan kita," katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak punya kewenangan untuk mencabut dan menghentikan kegiatan PT SMGP.

"Jika ini terus-terusan terjadi, tentu masyarakat kita trauma. Hari ini ada korban lagi, mudah-mudahan bisa ditangani dengan baik," ujarnya.

Kapolres Madina AKBP HM Reza Chairul Tanjung mengatakan bahwa, saat ini pihaknya tengah fokus kepada warga yang menjadi korban.

"Kemudian pihak perusahaan harus segera menutup Sumur yang menyembur tadi," ungkapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan serahkan permasalahan ini kepada Forkopimda.

"Kami mengimbau warga Desa Subanggor Julu agar tetap tenang. Serahkan ini kepada Pak Bupati, Forkopimda, dan tokoh masyarakat desa," tukasnya.

Diberitakan, pipa Gas dari PT SMGP diduga kembali bocor. Akibatnya warga mengalami keracunan.

"Iya benar, (ada warga keracunan gas)," kata Kapolres Madina.

Ia mengatakan, saat ini ada 13 warga yang dilaporkan keracunan diduga terhirup gas hidrosulfat (H2S).

"Ada 13 orang yang dilaporkan keracunan. Gejala mual dan muntah-muntah," katanya.

Kepala BPBD Kabupaten Madina Edi Matondang mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Warga yang mengalami keracunan saat berada di sekitar lokasi Wellpad Tenggo milik PT SMGP.

"Diduga terjadi kebocoran lumpur," jelasnya.

Para korban dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Sumber: suara.com