SIANTAR, HETANEWS.com - Kejaksaan Negeri Siantar melakukan pemusnahan barang bukti dari 173 perkara narkotika yang telah mempunyai hukum tetap (incraht), Kamis (21/4/2022).

Pemusnahan barang bukti berlangsung di halaman kantor Kejari Pematangsiantar di jalan Sutomo Siantar.

Dihadiri Kapolres Siantar AKBP Boy Siregar, Ketua PN Siantar Afrizal Hady, Ketua DPRD Timbul Lingga, Kasi Binadik Lapas Kelas IIA Pematangsiantar Aulya Fahmi, Kasi Pemberantasan BNN Siantar Kompol Pierson Ketaren, Pasi Intel Kodim 0207/Sim Kapt. BJ Tampubolon.

Kasi Barang Bukti dan Batang Rampasan Kejari Siantar Andri Dharma menyebutkan pemusnahan barang bukti periode Juni 2021-April 2022 sebanyak 173 perkara yang berkekuatan hukum tetap (incrahct). 

Dengan rincian 2.107,06 gram ganja, 445,03 gram sabu dan 56,08 gram extacy.

Pemusnahan sabu dan extacy dengan cara diblender bercampur bayclin dan ganja dimusnahkan dengan cara dibakar.

Barang bukti ratusan hape dan timbangan digital dimusnahkan dengan cara dibakar.

Happy Oikumenis Daely mewakili Plt. Walikota Siantar mengapresiasi pemusnahan barang bukti yang dilakukan Kejaksaan Negeri Siantar.

Pemusnahan BB merupakan bukti nyata dan keseriusan para Aparat Penegak Hukum (APH) kejaksaan, kepolisian dan pengadilan memberantas segala bentuk kejahatan di kota Siantar.

Pemko akan terus berkolaborasi dengan APH memberantas segala bentuk kejahatan termasuk narkotika yang sudah menyebabkan generasi bangsa diambang kehancuran.

Mari secara bersama menjaga ketertiban umum di Kota Siantar yang juga sebagai kota paling toleran di Indonesia. 

Pemusnahan Barang bukti juga merupakan keseriusan APH dalam pemberantasan narkotika di Siantar.

Karena bukan hanya pelaku yang diadili dan dihukum tapi barang bukti juga dimusnahkan. Masyarakat sadar jika barang bukti tersebut tidak dapat diselewengkan ataupun diperjual belikan. 

"Kegiatan tersebut diharapkan menjadi efek jera dan mengedukasi kita semua akan bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan bangsa. Mari Kita wujudkan Siantar Sehat, Sejahtera dan Berkualitas," kata Happy saat membacakan sambutan tertulis Susanti Dewayani.

Sebelumnya, Kajari Siantar Jurist Pricesely mengatakan jika barang bukti berupa narkotika jenis ganja, sabu dan ekstasi.

Kemudian handphone dan timbangan digital dalam perkara narkotika yang merupakan barang yang harus dimusnahkan ,sesuai dengan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Kejaksaan Negeri Siantar dalam menangani sejumlah perkara dibantu 5 Kepala Seksi (Kasi Intel, Kasi Pidum,Kasi Pidsus, Kasi Datun,Kasi BB/BR dan Kasubag Pembinaan) serta para Jaksa.

"Bukan perkara tindak pidana umum tapi pidsus dan juga masalah keperdataan," kata Pricesely.