JAKARTA, HETANEWS.com - Massa dari mahasiswa dan buru akan kembali melakukan demo di Jakarta pada hari ini, Kamis (21/4). Sebelumnya, demo di Jakarta terjadi 11 April 2022.

Demo 11 April diinisiasi BEM SI bersama elemen masyarakat lainnya. Akan tetapi, isu dari aksi demo 11 April teralihkan karena ada insiden pengeroyokan terhadap Dosen UI Ade Armando.

Kini, dalam demo 21 April, akan ada dua titik yang menjadi pusat lokasi. Pertama di sekitar Istana Merdeka dan kedua di depan Gedung DPR/MPR.

Demo di sekitar Istana Merdeka akan dilakukan oleh mahasiswa dari BEM UI. Sedangkan buruh, akan demo di depan Gedung DPR/MPR.

Koordinator Aksi dan Propaganda BEM UI, Theo mengatakan, massa aksi mulai berkumpul di kawasan Patung Kuda mulai sekitar pukul 11.00 WIB.

"Iya BEM UI ikut. Lokasi di Patung Kuda, sekitaran Istana Merdeka," ujar Theo.

Theo menuturkan, selain massa dari BEM UI, ada juga peserta aksi dari Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI).

Total ada tujuh tuntutan yang bakal disampaikan dalam aksi unjuk rasa itu. Salah satunya masih sama dengan demo 11 April lalu yakni terkait penolakan perpanjangan masa jabatan presiden.

"Ada tujuh tuntutan, salah satunya menolak perpanjangan masa jabatan presiden," tuturnya.

Dia menegaskan, aksi demo merupakan gerakan rakyat dalam menyampaikan aspirasinya terhadap pemerintah. Dia mengupayakan agar demo berjalan dengan aman sehingga tuntutannya dapat tersampaikan dengan baik.

"Perlu ditekankan bahwa gerakan ini adalah gerakan rakyat yang terbuka bagi seluruh elemen dan kami akan melakukan berbagai upaya untuk dapat bersuara dengan aman dan sekeras-kerasnya hingga semua tuntutan tuntas terlaksana," ucap dia.

Theo enggan merinci secara detail terkait upaya apa yang bakal dilakukannya demi mencegah adanya penyusupan. Dia mengatakan, hal itu merupakan kepentingan internal.

Sementara demo buruh di depan DPR hari ini akan mengangkat tema 'Rezim Jokowi-Ma’aruf Amin Gagal Mensejahterakan Rakyat' hasil dari Kongres Rakyat.

Kongres Rakyat itu meliputi gerakan buruh, petani, mahasiswa, pelajar, perempuan dan kaum miskin perkotaan.

Total, ada 10 tuntutan dalam demo mereka. Berikut daftarnya:

  • Hentikan Pembahasan UU Cipta Kerja Inkonstitusional dan Hentikan Upaya Revisi UU Pembentukan Peraturan Perundang Undangan.

  • Hentikan Kriminalisasi Terhadap Gerakan Rakyat dan Tuntaskan Pelanggaran HAM.

  • Turunkan Harga ( BBM, Minyak Goreng, PDAM, Listrik, Pupuk, PPN dan Tol).

  • Tangkap, Adili, Penjarakan, dan Miskinkan Seluruh Pelaku Koruptor.

  • Redistribusi Kekayaan Nasional (Berikan Jaminan Sosial Atas Pendidikan, Kesehatan, Rumah, Fasilitas Publik, dan Makan Geratis Untuk Masyarakat).

  • Sahkan UU PRT dan Berikan Perlindungan Bagi Buruh Migran.

  • Wujudkan Reforma Agraria Sejati dan Hentikan Perampasan Sumber-Sumber Agraria

  • Tolak Penundaan Pemilu dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden.

  • Berikan Akses Partisipasi Publik Seluas-luasnya Dalam Rencana Revisi UU SISDIKNAS.

Tolak Revisi UU No 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja.

Baca juga: Ada Demo 21 April, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Istana Merdeka dan DPR

sumber: kumparan.com