SIANTAR, HETANEWS.com - Terdakwa Taufik Hidayat (26) warga Jalan Batu Permata Raya, Kelurahan Bukit Sofa, Siantar Sitalasari, dituntut hukuman 13 tahun denda Rp 4 Miliar subsider 6 bulan penjara.

Sedangkan terdakwa Rinaldi Syah Haharap alias Gurdak (23) warga Jalan Mojopahit Siantar Utara dituntut selama 7 tahun denda Rp 1 Miliar dengan ketentuan jika denda tidak dibayarkan maka ditambahkan hukuman selama 6 bulan.

Barang bukti sabu seberat 32,72 gram sabu (netto) dinyatakan dimusnahkan. Demikian tuntutan jaksa dibacakan Heri Santoso disidang Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Rabu (20/4/2022) siang.

Berdasarkan fakta persidangan Jaksa Heri Santoso membuktikan jika Taufik Hidayat menjual sabu kepada terdakwa Gurdak. Taufik dipersalahkan melanggar pasal 114 ayat 2, sedangkan Gurdak melanggar pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika sebagaimana dakwaan primair JPU.

Menurut Jaksa, awalnya para saksi dari Satres Narkoba Polres Siantar meringkus terdakwa Gurdak pada hari Minggu (21/21/2021) siang sekira pukul 13.00 Wib di Jalan Handayani, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar tepatnya kamar kosnya.

Dari Terdakwa Gurdak disita barang bukti dari celananya yang tergantung didinding 1 paket narkotika jenis shabu seberat 0,19 dan 1 buah dompet berisi uang sebanyak Rp.150.000.

Dari pengakuan Gurdak setelah diinterogasi, mengakui jika sabu diperoleh dari terdakwa Taufik Hidayat. Setelah dilakukan pengembangan, pada sore harinya pukul 15.00 Wib para saksi berhasil meringkus Taufik Hidayat di rumahnya dengan barang bukti 1 unit handphone merek Vivo dan dari kantong celana ditemukan 1 buah dompet berisi uang Rp.320.000.

Lalu didalam rumah dari ruang dapur dibawah tumpukan kain ditemukan 1 buah plastik warna hitam berisi 1 bungkus plastik klip kosong dan 1 buah bungkusan tisu didalamnya 1 paket narkotika jenis shabu seberat 32.72 gram

Dalam persidangan, kedua terdakwa didampingi pengacara Posbakum Tommy Saragih dan Erwin Purba akan mengajukan nota pembelaan atau Pledoi tertulis.

Persidangan dipimpin hakim Irwansyah P Sitorus, Rahmat Hasibuan dan Renni P Ambarita masing masing sebagai hakim anggota menyatakan menunda persidangan hingga Selasa (26/4/2022) mendatang. Untuk memberi kesempatan pengacara membuat pledoi.