JAKARTA, HETANEWS.com - Politisi muda Tsamara Amany telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Setelah lima tahun mengabdi dan menjadi Ketua DPP PSI, dia mengajukan pengunduran diri.

Dia menyatakan akan memulai babak baru dalam kehidupan di luar ranah partai politik. Dia menyatakan ingin fokus mengabdi untuk Indonesia melalui cara-cara lainnya dengan menyuarakan dan mengabdi untuk kepentingan perempuan dari luar politik.

Tsamara merupakan lulusan S1 di bidang Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Public Relation di Universitas Paramadina pada 2018. Dengan waktu 3,5 tahun ia menyelesaikan kuliahnya dengan predikat magna cum laude.

Pada tahun 2016, Tsamara pernah mengecap pengalaman menjadi staf magang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ia bertugas dalam tim untuk membantu Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), simplifikasi perizinan memulai usaha, dan meningkatkan peringkat izin memulai usaha.

Karier politik Tsamara Amany pun dimulai saat bergabung dengan PSI pada tahun 2017. Dia dipercaya Ketum PSI kala itu Grace Natalie sebagai Ketua DPP bidang eksternal.

Wanita kelahiran Jakarta 24 Juni 1996 sering mengkampanyekan agar milenial melek ikut andil dalam perpolitikan Tanah Air. Dia pun kerap menyuarakan isu-isu politik ke publik.

Anak dari pengusaha tambang bernama Muhammad Abdurrachman Alatas mulai terkenal saat berdebat dengan Fahri Hamzah yang kala itu menjabat pimpinan DPR.

Tsamara pun disorot menjadi salah satu politisi muda yang kritis dengan paras cantiknya. Bukan cuma Fahri Hamzah, Tsamara juga pernah menantang Fadli Zon untuk melakukan debat terbuka.

Pada Pemilu 2019, Tsamara didapuk salah satu juru bicara Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hingga ia mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta pada Pileg 2019.

Pada saat itu, Tsamara mewakili daerah pemilihan DKI Jakarta II. Namun dirinya gagal ke Senayan lantaran PSI hanya mendapat dua persen suara atau kurang dari syarat ambang batas parlemen yakni empat persen.

Kini, Tsamara telah memilih angkat kaki dari politik. Meski begitu, ia tetap percaya bahwa politik dan partai adalah salah satu jalan paling masuk akal membawa perubahan dalam skala besar.

Berikut surat pengunduran Tsamara dari PSI:

Saya menuliskan surat ini berkaitan dengan posisi saya sebagai pengurus dan kader Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. Setelah 5 tahun mengabdi di PSI sebagai Ketua DPP, per hari ini, saya mengajukan pengunduran diri saya sebagai pengurus dan kader PSI.

Keputusan ini saya ambil atas dasar pertimbangan pribadi. Saya merasa saya membutuhkan perjalanan baru di luar partai politik. Untuk saat ini, saya ingin fokus mengabdi untuk Indonesia melalui cara-cara lainnya, salah satunya dengan fokus menyuarakan isu perempuan dan mengabdi untuk kepentingan perempuan. Ini bukan berarti saya merendahkan peran atau efektivitas partai dan PSI dalam membawa perubahan. Saya tetap percaya, sebagaimana saat dulu saya bergabung PSI, politik dan partai adalah salah satu jalan paling masuk akal membawa perubahan dalam skala besar. Hanya saja, saya membutuhkan eksplorasi baru di luar ranah partai politik, setidaknya untuk saat ini. Oleh sebab itu, kemunduran saya ini tidak berkaitan dengan keinginan untuk pindah partai politik.

Saya memohon maaf tidak bisa menyampaikan surat pengunduran diri ini secara langsung karena posisi saya yang saat ini masih berada di New York, Amerika Serikat. Pengunduran diri ini juga tidak berkaitan dengan konflik tertentu atau perbedaan pandangan dalam posisi saya sebagai pengurus dan kader PSI. Keputusan ini murni keputusan saya pribadi yang saya rasa harus saya ambil dalam perjalanan hidup saya.

Dalam surat pengunduran diri ini, saya ingin berterima kasih sedalam-dalamnya kepada PSI. Selama lima tahun ini PSI sudah memberikan saya berbagai kesempatan dalam politik. PSI akan selalu menjadi cinta pertama saya dalam politik, akan selalu menjadi rumah di mana saya belajar berpolitik, dan dibimbing hingga bisa sampai di titik ini. Tanpa PSI, saya tidak akan bisa berjalan sejauh ini.

Saya ingin mengucapkan terima kasih dari lubuk hati paling dalam kepada Ketua Dewan Pembina PSI Bang Jeffrie Geovanie yang selama ini selalu menjadi mentor saya dalam berpolitik, dan selalu membantu saya berpikir jernih dalam berbagai duka dan tantangan dalam politik. Saya Terima kasih untuk Sis Grace Natalie dan Bro Raja Juli Antoni, yang bukan hanya menjadi Ketua umum dan Sekjen selama saya di PSI, tapi teman dan bahkan keluarga selama saya ada di partai ini. Terima kasih untuk seluruh DPP PSI, utamanya sis Isyana, bro Chandra, Sis Danik, sis Mayang, dan sis Lila.

Saya juga ingin ucapkan terima kasih dan doa terbaik untuk Bro Giring Ganesha dan Sis Dea Tunggaesti sebagai Ketua umum dan Sekjen PSI periode ini agar mampu mengemban amanah dan insyaAllah menyukseskan PSI pada Pemilu 2024 nantinya.

Terakhir, untuk seluruh kader-kader PSI di Indonesia, dari tingkat DPC, DPD, DPW, hingga pemegang KTA PSI, kalian akan selalu berada dalam hati saya. Meski saya berada dalam babak baru kehidupan, saya tidak akan pernah melupakan kisah kita bersama, Perjuangan kita, utamanya pada tahun 2019, akan selalu menjadi kenangan yang tidak terlupakan. Saya percaya PSI akan selalu bisa berhasil di tangan kader-kader hebat seperti Bro dan Sis semua. Saya berterima kasih sudah diberi kesempatan menjadi bagian dari teman-teman semua.

Saya bergabung PSI sebagai seorang anak kuliahan yang masih mengerjakan skripsi, kini saya mengundurkan diri sebagai seorang perempuan yang sudah lebih dewasa, yang lebih matang. Ini semua tidak lepas dari proses belajar yang saya dapatkan selama berada di PSI, sebuah partai politik yang berani mengambil resiko memilih perempuan berusia 20 tahun sebagai salah satu Ketuanya.

Saya memohon maaf Jika selama menjadi Ketua DPP PSI saya belum sempurna. Tapi saya bangga pernah berjuang bersama teman-teman PSI semuanya. Doa terbaik saya selalu mengiringi PSI, dan berharap dalam Pemilu 2024, saya bisa melihat wajah-wajah PSI di DPR.

Kini waktunya saya memulai babak baru dalam kehidupan di luar ranah partai politik. Semoga dalam babak baru kehidupan saya ini, saya tetap bisa berkontribusi untuk negeri yang saya cintai ini. Terima kasih.

sumber: merdeka.com