SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Barry Sihombing mempersalahkan terdakwa Sahnan Sinaga (56) dengan pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Ancaman hukuman pasal tersebut maksimal 12 tahun.

Sahnan, warga Huta I Bahal Batu Hutabayu Raja dituntut 5 tahun denda Rp 800 juta.

Jika denda tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 6 bulan. Terdakwa terbukti memiliki 2,34 Gram sabu.

Saat ditangkap dari depan rumahnya, saksi Personil Satres Narkoba Polres Simalungun Paiduk Lumban Raja dan Arikson Sibarani menyita 2 paket sedang dari genggaman terdakwa.

Setelah dilakukan penimbangan, 2 paket sabu seberat 2,34 Gram (bruto).

Penangkapan yang dilakukan pada Kamis, 6 Januari 2022 lalu berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat.

Sabu sebanyak itu diakui terdakwa dibeli sehari sebelum penangkapan Dati orang yang dikenal dengan sebutan BOs (DPO) seharga Rp.800 ribu.

Sabu tersebut diterima terdakwa di perkebunan sawit Simpang Gambus Kabupaten Batubara. Usai menerima sabu, terdakwa naik angkutan umum pulang ke rumahnya.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa didampingi pengacara Josia Manik dari LBH PK memohon agar hakim meringankan hukumannya.

Alasannya terdakwa menyesal perbuatan dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Sementara itu, hal yang memberatkan terdakwa karena tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba. Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dipidana.

Persidangan dipimpin hakim Vera Yetti Magdalena dinyatakan ditunda hingga Kamis (21/4/2022) untuk pembacaan putusan.